Berkah #dirumahaja, Spesies Langka Honda Benly 50S 2009 Huni Garasi Safari Motor

0
811
Honda Benly 50S 2009 Huni Garasi Safari Motor
Honda Benly 50S 2009 milik Safari Motor. Foto: Arif

NaikMotor – Dari literatur yang ada, Honda Benly 50S termasuk varian yang sukar dilacak ketimbang model  S110, C92 atau CL50 di Indonesia. Sungguh beruntung Kamal Firhad bisa merawat salah satu spesies langka ini di Indonesia di saat pandemi Covid-19.

Mengambil sumber dari Honda Motor Co., Ltd. Honda Benly 50S dengan kode CD50 mulai  diperkenalkan pada April 1996 bersamaan dengan versi 90S. Motor ini menjadi salah satu yang popular di kalangan anak muda di Jepang pada masa itu dengan gaya simpel namun individual. Oiya, pada tahun 1998, target penjualan domestik untuk 50S dan 90S mencapai 6000 unit.

Tampilannya memang simpel, sebuah sport bike retro komuter ala Jepang dengan setang lebih pendek ditunjang oleh jok gaya café racer. Justru ini yang menjadi daya tarik Benly 50S karena motor pabrikan sudah bergaya stylish khas tunggangan anak muda.

Mesinnya mengadopsi jenis satu silinder OHC berpendingin udara dengan kapasitas 49cc serta transmisi 4-speed. Daya output tenaga maksimumnya 3,75HP pada 7000 rpm dan menghasilkan torsi maksimum 4,10 Nm pada 6000 rpm.

Bagi seorang Kamal Firhad, keinginan memiliki motor ini sudah lama karena dari kelangkaannya ditambah saat berkunjung ke Thailand, kolega bisnisnya memiliki salah satunya. “ Partner bisnis saya yang punya Cub House di Bangkok bilang, kalau motor Benly 50S warna putih ini cuma satu-satunya di Thailand,” sebut Kamal, pemilik Safari Motor yang berbisnis motor-motor CBU.

Ia pun langsung memasang radar untuk melacak keberadaannya di Indonesia sampai muncul salah satu pengusaha ternama di Bandung yang menyimpannya. Serangkaian lobi-lobi  mulai dilancarkan melalui rekan bisnis taipan tersebut untuk bisa memboyong motor kesayangannya.

Sampai akhirnya, di kondisi pandemic Covid-19 ini membawa berkah bagi Kamal, karena yang punya merelakannya untuk  pindah garasi ke kawasan Ciledug. “ Saya mengincarnya karena selain termasuk langka juga motor ini bersurat. Saya sampai Shalawatin biar bisa dapaetin nih motor. Suaranya halus banget,” tandas Kamal yang masih membiarkan semuanya standar.

Ngomong-ngomong, berapa biaya buat menebusnya? Hmmmm.. (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*