Kaleidoskop Andrea Iannone 2015, Jatuh Bangun Bikin Kejutan

0
159
Kaleidoskop-Iannone-MotoGP-2015
Andrea Iannone menjadi salah satu pembalap yang konsisten dan sempat menunjukan perjuangan spektakuler di MotoGP Australia 2015. Foto: Ducati

Jakarta (naikmotor) – Empat pembalap utama yang selalu bertarung di klasemen tertinggi MotoGP 2015, mungkin tak asing lagi, karena sejak tahun 2013, keempatnya cukup konsisten untuk meraih kemenangan. Namun pembalap yang Kami pilih kali ini adalah Andrea Iannone dan perjalanan karirnya selama musim kompetisi MotoGP 2015 berlangsung.

Meski tak seistimewa keempat pembalap terdepan, namun Iannone patut diacungi jempol. Bukan karena penampilannya di MotoGP Australia saja Ia mampu tampil apik. Namun secara keseluruhan, Ia terbilang pembalap yang pantang menyerah. Padahal Ia berulang kali mengalami insiden terjatuh.

Seperti yang terjadi sepekan sebelum MotoGP Le Mans, Perancis berlangsung. Ia mengalami insiden dan mengalami masalah pada tulang selangkanya. Pin metal pun menjadi hiasan pada tulang depan pundaknya itu. Istimewanya, Iannone malah mampu tampil apik meraih posisi finis kelima di balapan tersebut. Bahkan sepekan berikutnya Ia meraih podium kedua di hadapan fans beratnya di MotoGP Mugello, Italia.

Puncak pertunjukan yang mampu diberikan oleh pembalap yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun 2013 itu, pun terlihat pada saat menjalani balapan di MotoGP Australia. Pertarungan empat arah antara Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Valentino Rossi, terlihat sangat ketat dari awal hingga akhir balapan.

Namun sayang, banyaknya kelemahan Ducati yang tak bisa dimaksimalkan oleh pembalap yang banyak digilai oleh fans wanita itu, membuatnya hanya mampu finis di podium ketiga. Secara total, Ia mampu menciptakan 3 kali posisi finis di podium. Pertama di MotoGP Qatar, lalu kedua di Italia dan ketiga di Australia.

Iannone sendiri tak pernah finis di luar 10 besar, hanya tiga kali mengalami posisi tak finis. Yaitu di Jepang, Malaysia dan Valencia. Tapi, tahun depan, Ia diprediksi bakal lebih menggila ketimbang tahun ini. Apalagi setelah kembalinya Casey Stoner untuk membantu duo Ducati memahami benar-benar tunggangannya. (Spy/NM)

LEAVE A REPLY

*