AHM Gelar Uji Kemampuan Instruktur Keselamatan Berkendara Secara Virtual

0
6
AHM Instruktur
Instruktur Safety Riding AHM memberikan arahan pada konsumen yang sedang menggunakan alat simulasi berkendara Honda Riding Trainer (HRT). Foto: Astra Honda

NaikMotor – Lewat “Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021″, PT Astra Honda Motor (AHM) berharap agar kemampuan instruktur safety riding Honda terus terkalibrasi sehingga efektif dalam menyampaikan edukasi. 

Lewat Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021, AHM ingin terus memperkuat keterampilan para instruktur keselamatan berkendara. Kompetisi yang digelar secara virtual ini merupakan bentuk adaptasi AHM di masa pandemi agar dapat terus melakukan kalibrasi kompetensi instruktur dan advisor safety riding sepeda motor Honda di Indonesia.

Bersama 2.000 advisor safety riding yang terdiri dari karyawan dealer dan komunitas Honda, kompetisi ini dimulai pada 18 Oktober-14 November 2021 untuk seleksi regional, lalu lanjut ke tingkat nasional pada 22-26 November 2021 yang melibatkan 168 advisor safety riding dan 60 instruktur safety riding dari seluruh penjuru negeri.

AHM Instruktur
Instruktur Safety Riding AHM tetap memberikan edukasi keselamatan berkendara di masa pandemi.

Andy Wijaya selaku General Manager Marketing Planning and Analysis AHM mengatakan kompetisi instruktur safety riding virtual ini merupakan upaya perusahaan untuk memastikan kemampuan instruktur safety riding Honda terus terkalibrasi sehingga bisa efektif dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kendati berada di masa pandemi.

“Para instruktur safety riding Honda terus berkreasi dalam mengampanyekan keselamatan berkendara selama masa pandemi. Oleh karena itu, kami berupaya terus menjaga kualitas dan kompetensi dari para instruktur Honda sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mewujudkan budaya keselamatan berkendara yang aman dan nyaman untuk seluruh pengguna jalan,” jelasnya.

Dalam Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021, para peserta diuji dalam hal pemahaman dan keterampilan mengenai keselamatan berkendara. Saat uji kemampuan teori, akan diukur pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang keselamatan berkendara.

Sementara itu, dalam hal keterampilan, para instruktur diuji mengenai kreativitas dan kemampuan memberikan edukasi keselamatan berkendara pada masyarakat. Mereka juga diuji kemampuan menganalisa dan mengantisipasi potensi bahaya serta mengedukasi konsumen terkait prediksi bahaya saat berkendara.

Main dealer yang memiliki Safety Riding Center seperti main dealer area Banten, Jakarta-Tangerang, Jambi, Riau, Jawa Timur, Sumatera Utara, Yogyakarta, dan Jawa Barat mendapatkan pengujian tersendiri. Para instruktur safety riding dari delapan kota tersebut akan diuji kemampuan mengembangkan program pelatihan safety riding berdasarkan analisa kebutuhan calon peserta pelatihan.

Instruktur safety riding Honda juga diuji dalam mengedukasi keselamatan berkendara menggunakan alat simulasi Honda Riding Trainer (HRT). Advisor dealer dan juga komunitas Honda yang merupakan bagian dari agen perubahan keselamatan berkendara juga diuji kemampuan dalam hal memprediksi bahaya melalui Honda Riding Trainer.

“Kemampuan memprediksi bahaya telah menjadi perhatian utama kami sebagai upaya berkontribusi menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya. Melalui kompetensi para advisor safety riding melatih keselamatan berkendara dengan bantuan HRT, diharapkan kepekaan memprediksi bahaya dapat menjadi budaya baru di jalan raya,” jelas Andy. (Litha/nm) 

LEAVE A REPLY

*