Gagal Raih Poin, Mario Aji Akui Kesulitan Tampil di Moto3 Argentina

0
34
Mario Suryo Aji
Mario Suryo Aji, pembalap Moto3 asal Indonesia dari Honda Team Asia. Foto: Honda Team Asia

NaikMotor – Mario Suryo Aji, pembalap asal Indonesia dari Honda Team Asia, mengaku kesulitan tampil di Moto3 Argentina, Minggu (3/4/2022). Ia pun gagal raih poin lantaran hanya finis di posisi ke-21.

Mario Aji memulai balapan dengan berada di grid ke-20. Selepas start, ia langsung melorot ke posisi 24 usai berebut posisi dengan lawan-lawannya, termasuk dengan rekan setimnya, Taiyo Furusato.

Setelah beberapa lap, Mario Aji mendapat sedikit keberuntungan usai Andrea Migno dan Jaume Masia berbenturan dan keluar lintasan. Mario Aji pun menempati urutan ke-21.

Hingga akhir balapan, Mario Aji tak mampu memperbaiki posisinya. Ia hanya finis di urutan ke-21 dari 23 pembalap yang berhasil menyentuh garis finis. Hasil ini membuatnya gagal raih poin satupun.

Meski balapan Moto3 Argentina ini dinilai sulit, pembalap kelahiran Madiun, Jawa Tengah tersebut mengaku mendapat pelajaran positif. Namun, ia juga butuh waktu untuk beradaptasi dan menunjukkan performa terbaiknya.

“Akhir pekan yang sulit di Argentina. Tetapi, kami banyak mendapat informasi positif yang dapat membantu kami di masa depan. Yang paling penting sekarang adalah mempertahankan performa di setiap latihan dan balapan,” kata Mario Aji.

“Kami belajar banyak. Kami perlu memecahkan beberapa masalah. Tetapi, kami juga butuh waktu untuk itu. Saya tidak khawatir tentang ini. Saya hanya perlu bekerja lebih keras agar bisa tampil lebih baik di Austin.”

Hiroshi Aoyama, Team Manager Honda Team Asia, juga berpendapat yang sama. Ia pun menyebut bahwa Mario Aji dan Furusato maish butuh banyak pengalaman agar performanya membaik.

“Balapan hari ini tidak mudah bagi pembalap muda kami. Mario melakukan awal yang baik, tetapi masalah kecil selama balapan membuatnya tidak bisa tampil sebaik mungkin. Tentang Taiyo, dia melakukan pekerjaan dengan baik, mengingat usianya dan cederanya,” ucap Aoyama.

“Namun, kita tidak boleh mengingat bahwa keduanya masih muda dan pemula, dan mereka perlu mengumpulkan pengalaman balapan demi balapan,” ucapnya. (Galih/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*