Bill Fellowes juga menuturkan sejarah panjang perusahaan keluarganya yang berawal dari industri yang sama sekali berbeda sebelum akhirnya terjun ke dunia otomotif.
“Kakek buyut saya mendirikan perusahaan ini. Awalnya, kami membuat pita di Coventry, kemudian mesin tenun pita. Lalu kami membeli perusahaan sepeda bernama Bonnick Bicycles, dan kemudian sepeda motor sebagai perkembangan selanjutnya.”
“Bisnis keluarga ini berawal dari sepeda, kemudian sepeda motor, dan selanjutnya mobil. Kami berkecimpung di bisnis ini hingga tahun 1970-an,” tambah Fellowes.
Sepeda motor Riley 1904 tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar £10.000 atau setara Rp224 jutaan. Dalam aksi pencurian itu, motor langka tersebut diambil bersama beberapa barang lain yang nilainya relatif lebih rendah. Pelaku berhasil membobol trailer terkunci yang berada di dalam gudang beton, yang juga terletak di dalam kompleks berpagar.
Meski mengalami kehilangan besar, Bill Fellowes masih berharap sepeda motor bersejarah tersebut dapat kembali dengan selamat.
“Dengan sedikit keberuntungan, mereka akan mengembalikannya untuk mendapatkan hadiah, daripada membakarnya atau membuangnya di semak-semak. (Lagipula) Mereka tidak akan pernah menyalakannya.” ujarnya.




