Sementara itu, rear box disarankan tidak lebih dari 20 cm dari ujung spakbor belakang. Rear box yang terlalu panjang dapat memengaruhi distribusi beban, mengurangi kestabilan motor, dan menyulitkan pengendara saat bermanuver.
Pemilihan ukuran box yang sesuai akan membantu pengendara tetap leluasa saat berbelok, bermanuver di kemacetan, maupun melakukan manuver menghindar. Selain itu, motor juga akan terasa lebih stabil dan nyaman dikendarai.
Pengendara juga perlu memperhatikan penempatan dan berat barang di dalam box. Beban harus didistribusikan secara seimbang dan tidak berlebihan pada satu sisi saja, karena dapat menyebabkan motor condong dan sulit dikendalikan, khususnya saat menikung atau melaju pada kecepatan rendah.
“Dengan penggunaan box motor yang sesuai aturan dan beban yang seimbang, pengendara bisa tetap aman sekaligus nyaman selama perjalanan,” tambah Ludhy.
Penggunaan box motor bukan hanya soal kapasitas membawa barang, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan berkendara. Melalui pemahaman yang tepat, pengendara dapat meminimalkan risiko dan menikmati perjalanan dengan lebih aman.(Rls/NM)




