Seiring perkembangan teknologi keselamatan, saat ini beberapa sepeda motor Honda tipe matic dan sport juga telah dibekali fitur Emergency Stop Signal (ESS). ESS merupakan fitur keselamatan pasif yang bekerja secara otomatis dengan mengedipkan lampu hazard ketika pengendara melakukan pengereman mendadak pada kecepatan di atas 50 km/jam dengan tingkat deselerasi tinggi. Fitur ini berfungsi memberikan sinyal bahaya yang lebih jelas kepada pengendara di belakang saat terjadi pengereman keras atau darurat, sehingga membantu meminimalkan risiko tabrakan beruntun.
Jika suatu saat lampu rem sepeda motor tidak menyala, tidak perlu panik, namun jangan pula diabaikan. Ada beberapa penyebab umum yang kerap terjadi. Yang paling sering adalah bohlam lampu putus akibat usia pakai, getaran mesin, kondisi jalan, atau panas berlebih. Pada motor modern yang sudah menggunakan LED, kerusakan biasanya terjadi pada rangkaian PCB, meski kasusnya relatif lebih jarang.
Penyebab lainnya adalah switch rem yang bermasalah. Lampu rem bekerja melalui pemicu dari tuas rem tangan maupun kaki. Jika switch kotor, berkarat, atau pegasnya melemah, sinyal listrik tidak akan tersampaikan meskipun rem ditekan. Selain itu, sekring yang putus akibat lonjakan arus listrik juga bisa menjadi pemicu, biasanya disertai dengan matinya komponen kelistrikan lain dalam jalur yang sama. Tak kalah penting, kabel atau soket yang bermasalah, seperti sambungan kendur, berkarat, atau kabel yang rusak, juga dapat memutus aliran listrik, terutama pada motor yang sudah berusia cukup lama.
Untuk mengatasinya, bisa melakukan beberapa langkah sederhana sebelum membawa motor ke bengkel. Mulailah dengan mengecek kondisi bohlam lampu belakang. Jika bohlam menghitam atau filamennya putus, segera ganti dengan bohlam baru sesuai spesifikasi watt. Selanjutnya, periksa switch rem dengan menekan tuas rem dan mendengarkan bunyi “klik”. Jika perlu, lakukan pengecekan dengan metode jumper untuk memastikan apakah switch masih berfungsi. Jangan lupa mengecek kotak sekring dan pastikan sekring “Stop Lamp” atau “Tail” dalam kondisi utuh. Jika semua aman, bersihkan soket lampu menggunakan cairan pembersih kontak untuk menghilangkan debu atau karat.
Merawat lampu rem merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Biasakan melakukan pengecekan ringan setiap pagi sebelum berkendara, cukup dengan menekan rem dan meminta bantuan orang rumah untuk memastikan lampu rem menyala, atau memantulkan cahayanya ke dinding garasi.
Selain perbaikan, langkah pencegahan juga sangat penting. Gunakan selalu Honda Genuine Parts agar kualitas dan usia pakai komponen lebih terjamin. Hindari modifikasi lampu yang tidak sesuai standar, seperti penggunaan bohlam dengan watt lebih besar, karena dalam jangka panjang dapat merusak sistem kelistrikan lainnya.
Berkendaralah dengan bijak, terutama saat melintasi jalan rusak, karena getaran berlebih bisa membuat sambungan kelistrikan kendur atau rusak. Usahakan pula jari tangan tidak terus menempel di tuas rem saat berkendara, karena tanpa disadari dapat membuat lampu rem menyala terus-menerus dan menimbulkan salah komunikasi dengan pengendara di belakang.
Terakhir, lakukan servis berkala secara rutin di bengkel AHASS. Perawatan rutin tidak hanya menjaga usia pakai lampu rem, tetapi juga memastikan seluruh komponen sepeda motor tetap dalam kondisi prima. Jika waktu menjadi kendala, bisa memanfaatkan layanan booking servis atau servis kunjung untuk mendapatkan pelayanan yang praktis dan bebas antre.(Rls/NM)




