Mesin
Di sektor dapur pacu, Classic 650 menggunakan mesin paralel-twin 648 cc 4-tak SOHC berpendingin udara dan oli, serupa dengan Interceptor 650 dan Continental GT 650.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 46,4 Hp dan torsi puncak 52,3 Nm, dipadukan dengan transmisi 6-percepatan dan Assist and Slipper Clutch.
Bicara soal mesin, tenaganya sangat melimpah di torsi awal. Mesin 650 cc twin cukup responsif ketika gas baru dibuka. Nafas antara transmisi lumayan panjang, karakternya memang cocok untuk cruising atau touring sambil menikmati perjalanan.
Namun saat gas dipuntir lebih dalam untuk mencapai kecepatan lebih tinggi, mesinnya agak sulit jika ingin dibawa speeding, jelas karena Classic 650 Twin bukan motor sport. Mesin terbaru ini juga sudah minim getaran, tak seperti kedua adiknya yaitu Classic 350 dan 500 yang masih terasa vibrasi dari mesin.
Impresi Berkendara
Saat duduk di atas Royal Enfield Classic 650 Twin ini impresi awal NaikMotor adalah lebar dan berat. Namun uniknya saat sudah berkendara, bobot motor ini bisa dijinakkan dengan mudah dan asyik untuk dikendalikan.
Jarak antara tangan ke setang juga tidak terlalu jauh, setang yang lebar memudahkan NaikMotor ketika menyusuri jalanan. Posisi kedua kaki di footstep pun terasa pas, tidak terlalu maju maupun mundur.
Riding position seperti ini akan terasa cocok jika berkendara di jarak jauh, namun jika dipakai di perkotaan yang membutuhkan stop and go, tentu akan sedikit merepotkan karena bobotnya yang cukup berat serta radius putar yang besar.





