NaikMotor – Etape 5 Reli Dakar 2026 merupakan bagian ke-2 maraton 900 km, setelah pada etape 4 dengan 500km. Sisa etape maraton ini justru menjadi neraka ban, dan hujan penalti.
Etape sepanjang 356 kilometer ini menjadi mimpi buruk bagi ketahanan ban. Setelah dihajar medan berbatu kemarin, banyak ban belakang pereli yang kondisinya kritis hingga terlihat benangnya (canvas). Strategi menjaga kecepatan dan keawetan ban menjadi kunci utama di etape ini.
Luciano Benavides dari tim Red Bull KTM berhasil menjadi yang tercepat setelah mampu mengelola kecepatan dan kondisi bannya dengan sangat baik.
Pereli KTM kuda, Edgar Canet ini awalnya memimpin dan berpeluang meraih kemenangan etape keduanya. Namun, akibat terlalu agresif, ban belakangnya hancur di kilometer 240. Ia sempat nekat berkendara hanya dengan pelek hingga roda hancur total. Secara ajaib, ia bisa lanjut dan mencapai finis namun tertinggal 4 jam. Ia juga dijatuhi penalti 6 jam karena mengganti ban saat etape maraton.
Pereli Hero, Ross Branch terpaksa melambat sejauh 200 km karena kerusakan mousse (busa ban) belakang. Ia kehilangan waktu lebih dari satu jam dan kini merosot ke posisi 10 klasemen keseluruhan.
Baca Juga: Reli Dakar 2026 Etape 4, Honda Kuasai Podium Lagi


