NaikMotor – Musim MotoGP 2026 menjadi titik krusial dalam karier Francesco “Pecco” Bagnaia, apakah dirinya akan ‘makan’ atau malah ‘dimakan’?
Mengutip Speedweek.com, setelah musim lalu diwarnai keluhan terhadap performa Ducati GP25 dan hasil akhir yang jauh dari ekspektasi, pembalap Italia itu kini berada dalam situasi yang menuntut pembuktian nyata. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan jika ia ingin kembali menjadi pusat kekuatan Ducati.
Perjalanan Bagnaia di kelas utama sebenarnya dibangun dengan proses panjang. Ia membutuhkan 41 balapan hingga meraih kemenangan pertamanya di MotoGP pada 2021 di Aragon.
Sejak saat itu, performanya terus menanjak, didukung perkembangan pesat Desmosedici yang membawa Ducati memasuki periode paling sukses dalam sejarah MotoGP modern.
Puncaknya terjadi saat Bagnaia sukses meraih dua gelar juara dunia dan menjadi pembalap Ducati pertama yang mampu mempertahankan titel di kelas utama. Namun, musim 2024 menjadi titik balik yang janggal.




