
Meski tampil sangat cepat dan meraih sebelas kemenangan, kesalahan kecil yang berulang membuatnya harus puas sebagai runner-up di belakang Jorge Martin.
Harapan kebangkitan di musim berikutnya justru berubah menjadi tantangan yang lebih berat. Persaingan internal Ducati semakin sengit dengan hadirnya Alex Marquez yang tampil solid serta Marc Marquez yang langsung mengambil peran sentral di Ducati Corse.Dalam kondisi regulasi teknis yang sudah mencapai batas, selisih kecil dalam pengaturan motor bisa berdampak besar pada hasil akhir.
Akibatnya, Bagnaia tidak lagi hanya berfokus pada satu rival utama. Sepanjang musim, ia harus berjuang melawan banyak pembalap untuk sekadar mengamankan posisi lima besar. Bahkan di sirkuit-sirkuit yang sebelumnya menjadi kekuatannya, ia kini kerap terlihat kesulitan menghadapi rekan satu pabrikan sendiri.
Situasi ini semakin rumit karena Ducati tidak bisa memberikan solusi instan akibat aturan konsesi. Tidak ada pembaruan besar yang bisa langsung mengubah keadaan. Bagi pabrikan asal Bologna tersebut, target utamanya tetap jelas: gelar juara dunia harus tetap menjadi milik Ducati, siapa pun pembalapnya.
Dengan fokus pengembangan mulai bergeser ke era 850 cc pada 2027, musim 2026 menjadi ajang pembuktian terakhir bagi Bagnaia di era 1000 cc.



