Selama membela Yamaha, pembalap yang akrab dijuluki El Diablo itu berhasil mengoleksi 11 kemenangan, 32 podium, dan 21 pole position. Musim 2026 akan menjadi tahun terakhirnya bersama Yamaha, sekaligus menjadi musim transisi menjelang penerapan regulasi teknis baru MotoGP 2027, termasuk perubahan kapasitas mesin menjadi empat silinder 850 cc.
Masih menjadi tanda tanya sejauh mana Yamaha akan melibatkan Quartararo dalam pengembangan prototipe baru tersebut. Situasi ini menambah kompleksitas hubungannya dengan tim, terutama setelah kepercayaannya terhadap proyek Yamaha mulai memudar.
Ketika memperpanjang kontraknya pada April 2024, Quartararo sempat menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap Yamaha. Saat itu, ia yakin investasi besar dan komitmen pabrikan Jepang tersebut akan melahirkan motor M1 yang kompetitif, mampu menandingi dominasi Ducati.
Secara finansial dan organisasi, Yamaha memenuhi janji tersebut, namun peningkatan performa di lintasan belum sesuai ekspektasi sang juara dunia.
Situasi ini juga diperparah oleh perubahan struktur manajemen tim. Mundurnya Lin Jarvis pada akhir 2024 dan masuknya Paolo Pavesio membawa pendekatan berbeda yang dinilai kurang cocok bagi Quartararo.




