“Saya mencoba memberikan yang terbaik,” kata Quartararo, yang mengakui rasa frustrasinya memuncak pada hari Sabtu saat sesi uji coba, dikutip dari Crash.net.
“Kita bisa melihat bahwa kita tujuh-delapan persepuluh detik lebih lambat daripada simulasi balapan tahun lalu dalam pengujian ini. Tapi menurut saya ini proses yang panjang dan kita butuh beberapa bulan lagi untuk bersiap.”
Mesin V4 Yamaha juga dinilai masih jauh tertinggal dalam hal kecepatan tertinggi. Meski versi mesin terbaru dikabarkan akan hadir sekitar seri Grand Prix Spanyol, Quartararo tidak yakin pembaruan tersebut akan langsung menjadi solusi atas seluruh masalah yang dihadapi Yamaha saat ini.
“Saya pikir mesin adalah langkah besar dalam peningkatan kami, tetapi bukan keseluruhan. Misalnya, kemampuan membelokkan motor ke kanan dan cengkeramannya adalah titik terlemah saat ini. Tenaganya kurang, tetapi bagi saya titik terlemahnya adalah saya tidak mampu berbelok, saya tidak mampu mencatatkan waktu putaran dengan mulus,”
Ia juga menyoroti masalah degradasi ban yang membuat performa Yamaha sulit konsisten dalam simulasi balapan jarak panjang. Hal ini membuat dirinya membandingkan dengan mesin Inline Four yang masih dipakai di musim lalu.




