NaikMotor – Putaran MotoGP 2026 di Qatar kini berada dalam tanda tanya besar akibat konflik Timur Tengah dan Iran yang sedang memanas.
CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, secara terbuka mengakui bahwa MotoGP Qatar diragukan dapat digelar sesuai jadwal akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel memicu balasan di berbagai wilayah. Dampaknya meluas hingga ke sektor penerbangan, dengan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah ditutup dan mengganggu perjalanan internasional.
Sebelumnya, Kejuaraan Dunia Ketahanan (WEC) sudah lebih dulu menunda seri pembuka musim 2026 di Qatar dan memindahkannya ke akhir tahun. Sirkuit Lusail awalnya dijadwalkan menjadi tuan rumah putaran keempat MotoGP pada 12 April 2026. Namun, Ezpeleta mengakui situasi masih belum pasti.
“Apakah mungkin untuk kembali di tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B,” kata Ezpeleta di acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid, dikutip dari Crash.net.




