Di MotoGP sendiri, penggunaan perangkat aerodinamika yang bergerak sebenarnya dilarang. Namun regulasi tersebut lebih mengacu pada perangkat yang memiliki kemampuan penyesuaian aktif atau komponen yang berubah bentuk akibat beban.
Karena itu, Rivola menegaskan tidak ada pelanggaran aturan pada sistem yang digunakan Aprilia. “Tidak, itu sepenuhnya legal, jadi saya sangat tenang,” ujarnya.
Spekulasi mengenai fungsi F-Duct cukup beragam, mulai dari membantu pendinginan hingga mencegah terjadinya stall pada sayap aerodinamika. Namun Rivola menegaskan bahwa pengembangan aerodinamika memang menjadi salah satu faktor penting di balik performa kuat RS-GP di seri Thailand.
Pada balapan tersebut, pembalap Aprilia bahkan mampu menempati empat dari lima posisi teratas. Hanya Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing yang memecah dominasi tersebut. Sementara itu juara dunia bertahan Marc Marquez sempat berada di jalur podium sebelum mengalami kerusakan pelek roda di akhir balapan.
“Kami berupaya keras pada sisi aerodinamika,” kata Rivola. “Dan pada saat yang sama, kami berpikir bahwa selalu ada sedikit perbedaan di sana-sini. Detail kecil membuat perbedaan, Anda dapat melihat bahwa bentuk motornya cukup berbeda dibandingkan tahun lalu.”
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan aerodinamika di Aprilia semakin matang dari tahun ke tahun.
“Yang paling saya sukai adalah, mengingat betapa sulitnya membuat paket aerodinamis baru dipahami oleh para pembalap, setiap kali kami memperkenalkan sesuatu di sisi itu, selalu berhasil.”




