
Pemerintah menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun. Bahkan Presiden berharap realisasi program konversi motor listrik ini bisa dilakukan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” jelasnya.
Target ambisius tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menekan emisi karbon dari sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar.
Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan program subsidi konversi motor listrik sebanyak 200 ribu unit yang berakhir pada 2024. Dalam program tersebut, masyarakat mendapat bantuan konversi sebesar Rp7 juta hingga Rp10 juta per unit.
Namun realisasi program itu dinilai belum optimal karena minat masyarakat masih relatif rendah.



