NaikMotor – Royal Enfield secara resmi memasuki era mobilitas elektrik melalui rancangan pertamanya, Flying Flea C6. Langkah ambisius ini memadukan warisan desain klasik khas India dengan teknologi modern yang ramah lingkungan.
Royal Enfield berusaha menjembatani masa lalu dan masa depan dengan mempertahankan jiwa desain klasiknya sembari mengadopsi teknologi nol emisi. Royal Enfield memasuki era mobilitas elektrik melalui pengenalan purwarupa pertamanya, Flying Flea C6.
Flying Flea pendahulunya adalah Royal Enfield RE/WD 125. Motor legendaris dalam sejarah Perang Dunia II, sebagai kendaraan ringan yang bisa diterjunkan bersama pasukan penerjun Inggris dari pesawat, sehingga dijuluki Flying Flea.
Flying Flea C6 mengusung gaya militer tahun 1940-an dengan sentuhan modern. Lampu depan LED bulat, suspensi depan tipe girder, rangka aluminium yang terekspos, dan penggerak sabuk untuk tampilan minimalis.
C6 memiliki baterai kapasitas 45 kWh dengan jangkauan lebih dari 100 km dalam kondisi penggunaan nyata. Dengan motor mid-mounted, rem cakram di kedua roda, dan sistem ABS saluran ganda (dual-channel).


