
Ia juga menekankan bahwa dalam membangun ekosistem motorsport, pemerintah telah menghadirkan dua aspek penting sekaligus, yakni infrastruktur fisik (hardware) seperti sirkuit dan fasilitas, serta aspek non-fisik (software) seperti regulasi, event, dan pembinaan.
“Dalam konteks pembangunan ekosistem, pemerintah sejatinya telah menyiapkan dua aspek penting sekaligus, yakni hardware dan software. Infrastruktur fisik seperti sirkuit dan fasilitas pendukung menjadi hardware, sementara regulasi, penyelenggaraan event, hingga pembinaan menjadi bagian dari software. Kini, tinggal bagaimana semua pihak memaksimalkan,” jelas Eddy Saputra.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa setiap pembalap harus melalui proses panjang dan bertahap untuk mencapai level dunia.

“Semua atlet pasti memiliki milestone atau tahap untuk bisa mencapai level dunia. Itu adalah sebuah proses panjang yang harus dijalani secara konsisten,” ujarnya.
Pada akhirnya, ekosistem ini tidak hanya melahirkan pembalap berprestasi, tetapi juga membentuk industri motorsport yang berkelanjutan.
“Pada akhirnya, ini akan menjadi sebuah industri motorsport yang melibatkan semua stakeholder. Mulai dari pemerintah, regulator, pabrikan sepeda motor, sponsor, tim balap, promotor, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam ekosistem ini,” pungkas Eddy Saputra.

Dengan fondasi yang semakin kuat, masa depan motorsport Indonesia kini terlihat semakin cerah, membuka peluang lahirnya lebih banyak pembalap Tanah Air yang mampu bersaing di level dunia. (Yuka/NM)



