
Posisi Tidak Stabil: Penumpang lebih rentan terdorong ke belakang saat akselerasi atau hilang keseimbangan saat pengereman.
Untuk berkendara berboncengan agar stabilitas kendaraan terjaga, PT Daya Adicipta Motora menyarankan 3 langkah yang benar.
Berpegangan pada Pengendara: Pegang pinggang atau bahu pengendara agar gerakan tubuh lebih sinkron dengan motor.
Posisi Tubuh: Duduk tegak, tidak terlalu jauh dari pengendara, dan pastikan lutut menempel ringan pada sisi motor.
Tumpuan Kaki: Pastikan kedua kaki selalu bertumpu pada footstep.
Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Pembonceng harus aktif menjaga kestabilan dengan mengikuti pergerakan tubuh pengendara demi perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa posisi pembonceng yang tepat sangat berpengaruh terhadap keseimbangan sepeda motor. “Pembonceng sebaiknya memegang bagian tubuh pengendara seperti pinggang atau bahu agar dapat mengikuti pergerakan motor dengan lebih baik. Dengan posisi tubuh yang stabil, pengendara dan pembonceng dapat menjaga keseimbangan kendaraan sehingga perjalanan menjadi lebih aman,” ujar Ludhy. (Rls/NM)



