
Menkeu juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu atau spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menopang berbagai kebijakan, termasuk subsidi energi.
“Masyarakat nggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup,” tegasnya.
Di sisi lain, peningkatan defisit pada awal tahun disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat belanja negara agar pertumbuhan ekonomi lebih merata sepanjang tahun.

“Saya ingin menciptakan belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita,” ujarnya.
Kinerja APBN sebelumnya juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, defisit anggaran tercatat lebih rendah dari target awal dan pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai 5,39 persen pada kuartal IV, dengan potensi meningkat di atas 5,5 persen.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga BBM dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga hingga akhir tahun. (Yuka/NM)



