Casey Stoner Enggan Bicara Tentang Wild Card di MotoGP 2016

0
Casey Stoner
Casey Stoner
Casey Stoner masih belum mau berkomentar perihal wild card di MotoGP. Foto: Spy

Misano (naikmotor) – Kembalinya Casey Stoner ke pelukan tim Ducati, dipercaya bakal menjadi momentum bagi fans pembalap asal Australia itu untuk melihat kembali performanya bertarung dengan pembalap lain. Namun hingga saat ini, Ia belum juga memberikan isyarat bakal menggeber motor asal Italia itu di sesi race.

Berbicara tentang kesempatan itu, Stoner juga tak mau berspekulasi. Ia menganggap bahwa sekarang fokusnya di tim Ducati adalah menjadi test rider dan membantu tim serta pembalap Ducati bisa tampil maksimal.

“Untuk membalap sebagai wild card, rasanya belum masuk dalam perencanaanku sekarang. Kami baru berencana melakukan tes di Austria pada Agustus nanti, setelahnya kami baru akan berbicara tentang apa rencana selanjutnya,” ungkap Stoner.

Dalam banyak hal, Stoner memang tak serta-merta ingin tampil sebagai pembalap wild card. Meski mampu tampil sangat kompetitif di sesi tes resmi MotoGP awal musim di Sepang, tapi itu tak mengubah kenyataan bahwa Ia masih setia di bangku ‘pensiunan pembalap’.

Gianluigi Dall’Igna sebagai Direktur Teknis Ducati juga mengatakan bahwa tak mudah bagi Stoner untuk sekadar menyatakan kembali sebagai pembalap wild card. Bukan hanya berbicara tentang kesenangan pembalap, tapi berbicara tentang banyak hal.

“Kita akan berbicara tentang banyak hal, untuk mengatakan bahwa Stoner bakal turun sebagai wild card. Lagi pula itu bukan target utama kami bekerja sama. Kalau berbicara tentang pengembangan motor atau pembalap untuk meraih titel juara dunia, baru itu menjadi bagiannya. Kalau tentang keputusan wild card, kami serahkan saja kepada orangnya langsung.”

Apa yang diungkapkan oleh Dall’Igna, memang cukup benar. Pamor Stoner sebagai satu-satunya pembalap yang mampu mengantar Ducati ke tangga teratas titel juara dunia, adalah taruhannya. Jikapun Ia mengambil keputusan untuk wild card dan akhirnya hanya mampu finish di luar posisi podium, tentunya ini bukan sebuah indikasi yang baik baginya.

Kemudian Ia juga harus siap dari sisi mental dan fisik. Mengingat Ia sering mengalami defisit kadar laktosa dalam tubuhnya saat aktif membalap untuk Ducati. Sehingga Ia gampang mual saat balapan berlangsung. Ini terjadi karena Ducati membutuhkan fisik yang lebih besar untuk mengatasi karakter liarnya, ketimbang saat menungangi Honda RC213V. (Spy/nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here