Menginspirasi, ABG Ini Jadi Bos Bengkel Saat Masih Sekolah

0
213
Menginspirasi, ABG Ini Jadi Bos Bengkel Saat Masih Sekolah
Alifandi menjadi bos bengkel saat masih dudu di kelas tiga SMK. Foto: Yudistira
Menginspirasi, ABG Ini Jadi Bos Bengkel Saat Masih Sekolah
Alifandi menjadi bos bengkel saat masih duduk di kelas tiga SMK. Foto: Yudistira

NaikMotor – Masa muda waktunya bersuka cita, menghabiskan waktu untuk hura-hura, mungkin itu yang dilakukan kebanyakan generasi penerus bangsa ini. Tapi, tidak begitu bagi Alfiandi, yang sedang menjadi bos bengkel sejak masa SMK.

Siswa kelas tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Trimitra, Karawang itu keluar dari jalur mainstream. Di saat teman sejawat baru berpikir bagaimana cara untuk lulus sekolah, kemudian melamar kerja, Alfi sudah sibuk melakukan ekspansi bisnis.

Berbekal modal minimalis, pria berbadan kurus itu, membulatkan tekad untuk membuka bengkel yang diberi nama ‘Alfi Motor’ sejak enam bulan lalu.

“Saya menjalani pendidikan di teknik sepeda motor Honda, dan beberapa kali dipercaya untuk melakukan servis kunjungan ke perusahaan dan SMP, dan saya pernah PKL (Pratik Kerja Lapangan) di bengkel Daya, jadi saya punya keahlian,” cerita pria berlogat Sunda saat berbincang dengan NaikMotor.

Memperbaiki perekonomian keluarga, itulah salah satu motivasi besar yang menggerakan langkah Alfi untuk mengembangkan bisnis. “Ibu saya seorang penjual kue, dan bapak saya tukang ojek, jadi saya termotivasi untuk menjalankan bisnis. Modal awal saya tidak terlalu besar, untuk spare part saya kerjasama dengan salah satu AHASS di Karawang,” bebernya.

Alfi Motor beroperasi mulai jam 12 siang sampai lima sore setiap Senin sampai Sabtu. “Saya buka bengkel setelah pulang sekolah, yaitu jam 12 siang sampai lima sore. Hari Minggu saya jualan spare part (motor Honda) dan servis keliling dari pagi sampai siang, bersama teman,” cerita Alfi.

Alfiandi_Mekanik_ SMK_1

Minimal dua motor ditangani setiap hari di bengkel Alfi. “Saya menangani semua jenis motor Honda, mesin injeksi bisa saya tangani, termasuk mapping ECU dan lain sebagainya. Karena bengkel baru buka setelah saya pulang sekolah, saya tidak bisa banyak menerima pelanggan. Paling sedikit ada dua motor yang servis setiap hari,”  jelasnya.

Pillihan untuk berwiraswasta merupakan pilihan yang mantap dari Alfi, bukan hanya sekadar pengisi waktu luang. Karena itu, ia terus mengembangkan usaha kebanggaannya tersebut.

Kurikulum teknik sepeda motor Honda yang memasukkan materi bisnis dalam kegiatan pembelajaran, menjadi modal lebih buat para siswa, termasuk bos bengkel yang satu ini. “Ilmu bisnis dari sekolah yang saya dapat sudah cukup luas. Selain itu saya pernah ikut lomba ‘AHM Best Student Nasional’, di sana saya belajar banyak soal ilmu enterpreneur,” sebut Alfi.

Saat ini ia tengah merancang inovasi untuk bisnisnya, salah satunya lewat aplikasi home service. “Sekarang saya sedang membuat aplikasi untuk panggilan home service. Konsumen bisa pesan dari aplikasi itu, semacam aplikasi ojek online,” papar Alfi. (Yudistira/nm)

 

LEAVE A REPLY

*