Inikah Babak Baru ‘Kartel’ Honda dan Yamaha?

0
93
Honda dan Yamaha
Yamaha Gear menjadi salah satu contoh proyek bersama Honda dan Yamaha. Foto: Yamaha

NaikMotor – Pada hari ini, Rabu (5/10/2016), dua pabrikan sepeda motor terbesar di dunia, Honda dan Yamaha telah memulai pertemuan sebagai awal kolaborasi untuk produk pasar Jepang.

Dalam diskusi tersebut keduanya sepakat untuk membuat produk bersama yang disebut sebagai “Class-1 Category” termasuk skuter dengan mesin 50 cc atau penggerak listrik.

Class-1 Category didefinisikan sebagai kendaraan dengan dua roda atau lebih, digerakkan mesin 50 cc atau lebih kecil, atau dengan motor listrik dengan keluaran 0,6kW atau kurang, seperti dalam ketentuan Undang-undang Kendaraan Jalan Raya Jepang.

Pasar Class-1 Category di Jepang saat ini tengah lesu akibat diversifikasi berbagai tipe komuter jarak pendek, termasuk sepeda listrik dan kendaraan kecil. Selain itu, pabrikan pun menghadapi banyak tantangan seperti standar keselamatan dan emisi yang semakin ketat di tahun-tahun mendatang, sepertinya mengarah pada produk berpenggerak motor listrik.

Dengan berbagai permasalahan yang ada, Honda Motor Co. Ltd., dan Yamaha Motor Co, Ltd., sepakat kalau kerjasama tersebut akan memudahkan mereka menghadapi permasalahan di masa depan. Keduanya sepakat untuk merealisasikan kolaborasi itu dalam produk Class-1 Category di pasar Jepang.

Kesepakatan itu telah menentukan:

  1. Sebelum 2018, Honda akan mensuplai kepada Yamaha skuter 50 cc sebagai OEM yang dibangun berbasis skuter Honda TACT dan Giorno 50 cc yang saat ini diproduksi dan dipasarkan di Jepang. Yamaha akan memasarkannya sebagai Yamaha JOG dan Vino.
  2. Honda dan Yamaha saat ini mengembangkan, memproduksi dan memasarkan skuter 50 cc untuk pasar Jepang, dinamakan Honda Benly dan Yamaha Gear. Dan keduanya akan menilai kelayakan kerjasama pengembangan dan suplai OEM dari Honda ke Yamaha, dari versi generasi berikutnya  produk skuter ini.
  3. Menghadapi mulai populernya sepeda motor listrik kedua pabrikan akan melihat kemungkinan kolaborasi tersebut dengan mendirikan yayasan untuk menginvetarisir permasalahan pada sepeda motor listrik seperti jarak tempuh, waktu pengisian ulang baterai, performa dan biaya. Dan bisa saja salah saru dari keduanya berkolaborasi dengan pabrikan sepeda motor lainnya atau industri yang relevan lainnya, keduanya akan menyediakan fasilitas elektrifikasi produk sepeda motor itu.

Kolaborasi keduanya diperkirakan akan membuat masyarakat Jepang bisa menikmati kendaraan Class-1 Category yang mudah diakses dan user friendly. Tetapi yang terpenting bisa membangkitkan kembali pasar sepeda motor Jepang.

 Shinji Aoyama, Operating Officer and Director, Honda Motor Co., Ltd., menyatakan, “Kolaborasi ini kita harapkan bisa memenuhi keinginan publik. Dengan kerja keras kami, pasar sepeda motor di Jepang semoga bisa dibangkitkan kembali sesegera mungkin seiring dengan naiknya popularitas sepeda motor listrik.”

Katsuaki Watanabe, Managing Executive Officer and Director, Yamaha Motor Co., Ltd., menyatakan, “Kami percaya dengan aktivitas kolaborasi ini, yang dimulai dengan aliansi suplai OEM, akan mewujudkan sebuah kerangka kerja aliansi suplai produk yang erat dan tercatat dalam masa depan kuktur sepeda motor di Jepang.” (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*