Aksi Pelukis Payung Mak Iyah Kembali Memukau di Coklat Retro Tasikmalaya

2
239
Aksi Pelukis Payung Mak Iyah Kembali Memukau di Coklat Retro
Mak Iyah kembali memamerkan keterampilannya melukis di atas motor Norton di acara Coklat Retro Coffee Braaake Tasikmalaya, Minggu (15/1/2017). Foto: Istimewa

NaikMotor – Aksi pelukis payung Mak Iyah kembali memukau di Coklat Retro Coffee Braaaake yang mengusung Local Crafter Pride berupa instalasi pohon Payung Geulis  di area Mall Mayasari Tasikmalaya, (15/1/2017).

Mengulang kesuksesan di acara Coklat Retro Meet Up Desember lalu di Dadaha Tasikmalaya, kali ini event yang mengombinasikan antara local kulture dengan kustom kulture hadir kembali membawa misi mengangkat nilai budaya melalui olah kreatif Payung Geulis.

coklat_retro_tasikmalaya-5

Payung Geulis, salah satu ikon dari Tasikmalaya yang hampir punah kembali turut diangkat oleh para pelaku kreatif lokal seperti Sukapura Project dan Urg Tsk yang dimotori Uyung Aria, salah satu penggiat kreatif dan juga member Bikers Brotherhood MC dan Adithya Hiracahya. Aksi mereka mendapat dukungan dari Coklat Retro yang tengah gencar mendukung para kreatif lokal.

Coklat Retro merupakan sebuah movement komunitas kustom kulture yang berbicara tentang kreativitas, gaya hidup yang unik dengan nuansa vintage raw dan orisinal. Pada pelaksanaannya, Coklat Retro juga merangkul para penggiat industri kreatif termasuk perajin yang ikut mempertahankan budaya lokal seperti pengrajin payung di Tasikmalaya.

coklat_retro_tasikmalaya-2

“ Kita coba mengangkat kembali tentang ikon yang memiliki nilai historis tinggi ini, juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pengrajin payung geulis. Pohon Payung Geulis ini akan menjadi simbol kebanggaan terhadap pengrajin lokal yang akan terus tumbuh di dalam diri kita, dan semua braders yang hadir hari ini akan menjadi saksi bahwa kita bersama-sama bergerak untuk mempertahankan local crafters di Indonesia,” sebut Henry Ruslianto, General Manager Brand Communications PT Djarum.

coklat_retro_tasikmalaya-6

Henry menambahkan,  event ini adalah wujud nyata dari Coklat Retro dalam mendukung potensi dan aktivitas kreatif lokal untuk lebih muncul dan bersuara lagi.” Potensi Tasikmalaya adalah seperti harta karun Parahyangan yang harus selalu didukung dan dilestarikan,” sebutnya lagi.

Nah, event yang berlangsung kemarin tersebut adalah kelanjutan kolaborasi kustom kulture dengan local kulture sebelumnya berupa instalasi pohon payung. Mereka mengundang semua yang hadir untuk menggambar simbol “love” pada Pohon Payung Tasik menggunakan alat yang telah disediakan.

coklat_retro_tasikmalaya-1

Beberapa konten di acara Coklat Retro Coffee Braaake adalah pembuatan pohon payung Tasik  yang dibuat dari susunan bambu berbentuk pohon setinggi 4 meter  dan dihias oleh payung Tasik yang sudah digambar oleh oara komunitas kreatif di Tasikmalaya, kemudian ada juga pameran kreatif, lelang hasil kreatif, band performance serta rolling thunder oleh komunitas motor custom dan klasik. (Arif/nm)

coklat_retro_tasikmalaya-3

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*