Enggak Kapok Victory Bangkrut, Polaris Siapkan Motor Listrik Indian

0
152
motor listrik indian
Victory Empulse, telah dihentikan produksinya oleh Polaris. Giliran Indian 4-5 tahun mendatang produksi motor listrik. Foto: Victory

NaikMotor – Pabrikan sepeda motor dan ATV Amerika Serikat, Polaris Inc, berencana memproduksi motor listrik Indian, untuk menyasar kalangan motoris muda.

Sepeda motor listrik Indian itu akan terwujud dalam 4-5 tahun ke depan oleh Polaris sebagai produk electric vehicle kedua. Sebelumnya dengan merek Victory sebelum ditutup Januari 2017 lalu, Polaris telah memasarkan Victory Empulse.

motor listrik indian
Victory Empulse, sepeda motor listrik pertama Polaris. Foto: motorcycle

Sayangnya, produk Empulse turut dihentikan seiring surutnya pendapatan pabrikan cruiser moderen Victory. Setelah terus merugi hampir Rp 1,3 triliun selama 18 tahun terakhir.

Indian Motorcycles yang dimiliki Polaris sejak 2011 akan membuat sepeda motor listrik yang mampu menjelajah sejauh 210 km sekali pengisian penuh baterainya. Sementara Empulse hanya mampu menempuh 120 km saja.

“Karakteristik penggeraknya akan lebih menyenangkan untuk perjalanan jauh seperti dengan sepeda motor saat ini,” janji Menneto, Presiden Divisi Sepeda Motor Polaris Inc. Tetapi Menneto tidak memberikan perkiraan harganya, hanya menyebutkan akan lebih kompetirif. Sebagai gambaran harga Empulse sekitar Rp 267 juta di Amerika Serikat.

Lebih lanjut Menneto berharap dengan tambahan produk sepeda motor tanpa emisi itu, Polaris akan bisa meraup Rp 13 triliun dalam 5 tahun ke depan. Saat ini grup Polaris tengah bertahan dengan mengembangkan pendapatan di luar produk sepeda motor seperti apparel, dan aksesori serta suku cadang yang tengah meningkat 30% tahun lalu.

Sementara kompetitor Indian, Harley-Davidson (H-D) juga tengah mencoba menggaet konsumen muda dengan menawarkan LiveWire. Konsep sepeda motor listrik yang dihadirkan sejak 2014 itu, rencananya akan dluncurkan dalam kurun 4 tahun mendatang juga. H-D pun tengah mengeluhkan pendapatannya yang cenderung menurun sekitar 2,7% dalam 2 tahun belakangan.

Pada bagian lain Menneto menyebutkan, pada divisi lain Indian berencana untuk mengembangkan mesin berkapasitas kecil. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*