Nih Data Teknis Pengereman di MotoGP 2017 Argentina Menurut Brembo

0
92
MotoGP 2017 Argentina Menurut Brembo
Tingkat kesulitan pengereman di sirkuit MotoGP 2017 Argentina menurut Brembo. Foto: Brembo

NaikMotor – Penyuplai sistem rem terkemuka di dunia merilis data teknis pengereman para pembalap MotoGP. Data tersebut dikeluarkan berdasarkan  pengereman yang dilakukan Rossi, Marquez, Lorenzo, Vinales dan Iannone pada seri MotoGP 2017 Argentina menurut Brembo

Balapan dunia yang berlangsung 7-9 April 2017 di Autódromo de Termas de Rio Hondo menurut Brembo termasuk menengah soal tingkat kesulitan dalam hal pengereman. Data yang diolah berdasarkan masukan dari 5 pembalap utama MotoGP tadi.

Sirkuit Argentina berlokasi di provinsi Santiago del Estero di Utara Argentina yang didesain Jarno Zaffelli dari Italia. Setiap tahun sirkuit Termas de Rio Hondo menjadi ajang belasan kompetisi balapan mobil sehingga ketika MotoGP berlangsung di sana, sirkuit selalu dalam keadaan kotor.

Pada latihan bebas pertama di musim 2016, banyak pasir bertebaran di trek, waktu putaran tercepat tercata 1:43 detik hingga 1:44 detik. Catatan semakin menajam di hari esoknya hingga kualifikasi kedua.

MotoGP 2017 Argentina Menurut Brembo
Statistik pengereman Brembo di MotoGP 2017 Argentina. Foto: Brembo

Menurut para teknisi Brembo, Autódromo de Termas de Rio Hondo termasuk dalam kategori 3 dalam skala 1-5. Skor yang sama untuk Losail dan 7 sirkuit lainnya. Ada 14 tikungan di sirkuit dengan 8 titik pengereman, 3 titik berlangsung di R4, meski demikian R4 termasuk tikungan tercepat jika trek dibagi dalam 4 bagian. Hanya Phillip Island dengan 6 bagian pengereman, dan Spielberg serta Sachenring dengan 7 bagian pengereman.

Setiap putaran MotoGP 2017 Argentina menurut Brembo, para pembalap menggunakan rem mereka sekitar 30 detik, yang sama ketika di Barcelona dan Misano. Total waktu pengereman selama balapan di sana 12,5 menit, atau sekitar 30% waktu selama Race berlangsung.

Deselerasi yang berlangsung mencapai rata-rata 1,11G dan akan lebih tinggi jika kondisi gaya deselerasi yang cepat di R11 dimasukkan, di tikungan itu pembalap harus mengurangi kecepatan 194 km/jam menjadi 160 km/jam, yang hanya lebih rendah 0,6G dari angka rata-rata.

Sedangkan tenaga yang bekerja pada tuas rem yang dilakukan setiap pembalap dari sejak start hingga finis sekitar 900 kg. Hanya di Phillips Island yang sedikit lebih rendah daripada di sirkuit Argentina itu. Hanya saja dalam MotoGP digunakan cakram 320 mm atau 340 mm berbahan karbon sementara WSBK menggunakan cakram baja. Meski fisika MotoGP lebih rendah dsripada WSBK, tetapi di Argentina pembalap MotoGP butuh banyak tenaga daripada WSBK. Di Australia pembalap WSBK menekan tuas sebesar 600 kg, di Thailand 770 kg dan 820 kg di Aragon.

Di Autódromo de Termas de Rio Hondo, hanya satu tikungan yang paling keras pengeremannya, sementara 4 lainnya medium, serta 3 lainnya ringan.

R5 menjadi titik pengereman tersulit sebab berada setelah trek luris sepangang 1.076 meter. Sepeda motor balap MotoGP harus dikirangi kecepatannya dari 324 km/jam menjadi 78 km/jam untuk menaklukkannya. Itu akan membutuhkan waktu 6,1 detik mengaplikasikan sistem rem dan tekanan 6,3 kg. Di dalam sistem rem Brembo HTC 64T tekanan fluida rem mencapai 10,9 bar atau 2,5 kali tekanan soda dalam kaleng Coca Cola.

Di R5 MotoGP 2017 Argentina menurut Brembo butuh jarak pengereman 316 meter, atau 5 kali jarak dribbling Diego Maradona sebelum memasukan bola ke gawang lawan pada Piala Dunia Sepak Bola 1986.

Selama 3 kali menyelenggarakan MotoGP sirkuit Termas de Rio Hondo, 2 kemenangan diraih Marc Marquez dan sekali oleh Valentino Rossi, semuanya menggunakan sistem rem Brembo. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*