Tubruk Dimas Ekky di Sepang, Warganet ‘Bully’ Remy Gardner, Orangnya Cuek

0
195
Remy Gardner
Warganet bully Remy Gardner, pembalap Moto2 dari tim Kalex Tech 3 yang jatuh menubruk Dimas Ekky di MotoGP Sepang, Malaysia. Foto: remygardner.com

NaikMotor – Pengguna media sosial dari Indonesia termasuk yang paling besar di dunia. Sayang aktivitas yang dilakukan tidak selalu positif. Seperti yang dialamatkan pada Remy Gardner, pembalap Moto2 dari tim Kalex Tech 3 yang menubruk Dimas Ekky di MotoGP Sepang, Malaysia.

Warganet yang kesal Dimas terjatuh meluapkan kekesalannya di akun Instagram Remy. Pada postingan terakhir yang diunggahnya Senin (30/10/2017) tidak kurang ada 2.440 komentar dari netizen Indonesia yang mayoritas mem-bully pembalap berusia 19 tahun ini.

Warganet ‘makin panas’ lantaran usai balapan Remy Gardner seolah menyalahkan Dimas. Pembalap Federal Oil Gresini Moto2 itu dinilai lambat masuk tikungan dan membuatnya menabrak motor Dimas Ekky. Komentar ini dianggap netizen sebagai tindakan cuci tangan, meski Remy Gardner telah meminta maaf ke Dimas.

Remy Gardner
Photo Credit: Toshifumi Kitamura

“Akhir yang buruk untuk akhir pekan yang menantang. Saya memulai balapan dengan bagus, dan dalam dua lap saya berhasil dari posisi 25 ke posisi 11. Semuanya terlihat positif,” kata anak Wayne Gardner pembalap Australia pertama yang menang GP500 tahun 1987.

“Kemudian ada pebalap lainnya di depan saya, dan saya meremehkan kondisi betapa lambatnya dia. Saya berpikir dia tahu saya ada di belakangnya sebelum masuk tikungan, tapi kemudian dia menghalangi saya, kami bersentuhan dan jatuh,” jelasnya.

Remy Gardner

Namun tidak semua warganet ‘bersumbu pendek.’ Ada juga yang lebih bijak memahami situasi dan menyayangkan aksi bully di dunia maya, meski tidak mempan membendung ujaran negatif. Seperti yang diposting oleh akun setyohaning.

setyohaning: namanya juga balapan-, crash, kena tabrak pembalap lain itu biasa .. jangan jadi noraklah .. gua tau main di balapan sekaliber Moto2/MotoGP itu susah, tapi gak usah norak kek gini dong-, namanya balapan ya resikonya gitu .. mau kita bagus kalo namanya sial kena tabrak pembalap lain ya udah .. ini baru perwakilan loh .. gimana kalo Dimas Ekky beneran di Moto2 .. Semangat buat @dimaspratama20 | Don’t give up, dude! @remygardner

setyohaning: @rasyidsidiq_7 Kesempatan langka tapi kita jangan norak dong-, ini mah parah banget .. udah berapa kali gua dapet komen-komen dari Indonesia kalo ada perwakilan dari sini kena sial ma lawan, bakalan diserang tuh .. gak peduli gimana .. to the point aja nih, kalo gua bilang, netizen Indonesia itu norak ..

Remy Gardner

Seakan tidak cukup komentar sinis, postingan yang terkesan melecehkan karir balapnya juga bertebaran di akun Remy. Netizen bahkan bukan hanya mem-bully foto terakhir setelah kejadian MotoGP Sepang, Minggu (29/10/2017), namun juga foto-foto yang dibagikannya sebelum itu.

Seperti foto belasungkawa kepada Stephan Kiefer, bos KTM yang meninggal sebelum race di MotoGP Sepang, dan foto balapnya yang ia unggah tujuh hari lalu pada Selasa (26/10/2017) yang juga banjir lebih dari 1.000 komentar dari warganet Indonesia yang kesal.

dedysoedijarto: Pembalap Tempe bongkrek
tokomalangacc: IF U crash dont blame someone.. How come u blame it.. The people mad because u crash and u blame him.. Are u fucking joke..
agung.sptr: CUPU RIDER!
ridhobenzema: Stupid rider.lolll😠
ndarusoenardi: 👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎👎
ahmad_saffah12@radityoerry: saya setuju kalaupun dia meminta maaf itu tidak apa apa, dia juga tahu bahwa dimas baru pertama kali membawa moto2 itu bisa di bilang banyak kekurangan, tpi yg bikin kesel @remygardner menyalahkan dimas bukannya meminta maaf

Meski jadi ‘bahan’ bully warganet Indonesia, pembalap bernama asli Remy Christopher Gardner ini tidak ambil pusing. Dalam foto terakhirnya di Instagram ia bahkan memberi caption yang cukup menghentak soal ujaran kebencian dan mengaku lebih fokus balapan.

“The amount of hate is incredible. But seriously, glad this horrible weekend is over, looking forward to Vaencia!,” katanya yang berarti “Jumlah kebencian itu luar biasa. Tapi serius, senang akhir pekan yang mengerikan ini sudah berakhir, saatnya melihat ke depan untuk Valencia!.(Agl/NM)

 

LEAVE A REPLY

*