5 Poin Komitmen Bersama dalam Solo Ride Jakarta-Himalaya Gunadi

0
1173
Komitmen Bersama
Komitmen Bersama Aksi Keselamatan Berkendaraan Sepeda Motor saat pelepasan Solo Ride Jakarta-Himalaya. Foto: Viar

NaikMotor – Solo Ride Jakarta-Himalaya yang dilakukan Gunadi membawa pesan keselamatan berkendara, progres pembangunan Indonesia dan persahabatan. Pesan keselamatan berkendara itu berupa Komitmen Bersama Aksi Keselamatan Jalan, Kesiapan dalam Berkendaraan Sepeda Motor dari Kementerian Perhubungan.

Komitmen bersama itu ditandatangi oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kakorlantas Irjen Royke Lumowa, Direktur Marketing PT Triangle Motorindo Sutjipto Atmodjo, Direktur Marketing dan SDM Adira Finance Swandajani Gunadi, Kepala BMKG, Dubes Nepal, dan Rommy dari PP IMI. Komitmen bersama dideklarasikan saat pelepasan Gunadi di Kantor Kementerian Perhubungan, (26/8/2018).

Komitmen bersama aksi keselamatan jalan kesiapan dalam berkendaraan sepeda motor berisikan 5 butir aksi :
1. Memastikan kondisi fisik pengendara dalam keadaan sehat dan siap melakukan perjalanan jauh.
2. Memastikan kondisi dan kelengkapan dokumen kendaraan.
3. Menggunakan perlengkapan keselamatan dalam berkendara.
4. Mentaati peraturan dan tertib dalam berkendara di jalan.
5. Beristirahat jika lelah, tidak memaksakan diri untuk berkendara, berhenti setiap dua jam untuk melakukan peregangan badan.

Gunadi akan menyebarkan pesan keselamatan berkendara itu saat melakukan perjalanan antarnegara dengan menempuh jarak 15.000 kilometer selama 70 hari. Perjalanan direncanakan akan tiba di Himalaya tepat pada hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018. Pendiri komunitas Freeriders Indonesia itu akan menggunakan sepeda motor produk Semarang, Viar Vortex 250.

Komitmen Bersama

Dirjen Hubdar menyatakan, “Tentu perjalanan solo ride antar negara dengan misi membawa pesan keselamatan berkendara, progres Pembangunan Indonesia dan persahabatan itu kami dukung. Mengenai pesan keselamatan berkendara kita sebenarnya sudah lebih baik daripada negara tetangga. Tetapi meski perilaku safety berkendara kita sudah membaik, tetapi harus semakin baik.”

Sementara Kakorlantas Polri menyatakan, “Setiap kecelakaan lalu lintas itu diawali oleh pelanggaran. Seperti saat di lampu merah, satu saja melakukan pelanggaran itu akan merembet ke hal lainnya. Jadi pesan keselamatan berkendara harus terus disampaikan.” (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*