Melawan Kodrat, Suzuki Satria FU150 Jadi Cafe Racer

0
Memodifikasi Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer
Memodifikasi Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer, Milik Mahasiswa UNPAM. Foto : Satrio Prabowo

NaikMotor – Memiliki sepeda motor retro telah lama menjadi impian seorang Mahasiswa UnPam. Akhirnya mimpi terwujud setelah memodifikasi Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer.

Impian lama Satrio Prabowo sejak duduk di bangku SMK hingga menjadi mahasiswa itu terwujud. Meski harus memodifikasi Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer yang di luar kebiasaan. Sebab, custom cafe racer biasanya berbasis naked atau roadster atau sportbike, tetapi ini malah hyperbone produk Suzuki.

Selain itu, Satrio tidak tanggung-tanggung menyerahkan penggarapan proyek impiannya kepada Junior Saragih di Purwokerto, Jawa Tengah. Padahal, ia tinggal di Selatan Jakarta.

Sebelum menggarap sebenarnya Saragih menawarkan 2 konsep kepada Satrio, sebelum mengirimkan Satria 4 tak itu ke Purwokerto. “Jadi sebelum motor saya kirim ke Purwokerto, Jawa Tengah. Sang builder menawarkan 2 konsep, yaitu Cafe Racer Klasik dan Neo Cafe Racer. Karena keinginan lama saya untuk mempunyai motor retro klasik. Jadi saya pilih Cafe Racer klasik,” ungkap Satrio.

Memodifikasi Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer

Maka, Satria FU150 2012 dalam kondisi standar itu pun diubah. Pertama bagian lampu utama, diubah menjadi bulat dan diberi tudung, agar kesan klasiknya kental.

Selain itu juga rangka yang digunakan masih menggunakan versi aslinya, namun sudah ada beberapa bagian yang dipotong dan ditambahkan. Salah satunya dengan penambahan tangki, dan penyesuaian jok.

“Semua kaki-kaki saya pakai hasil copotan dari motor Tiger Revo, kecuali shock absorber depan itu saya menggunakan punya V-ixion. Ini semua masukan dari buildernya. Katanya sih selain cocok untuk dipakai modifikasi Cafe Racer, tetapi juga awet dan kekar,” ungkap Satrio.

Dalam waktu 3 bulan jadilah impian Satrio, Suzuki Satria FU150 jadi Cafe Racer. Tahukah berapa Rupiah, Satrio harus menggali koceknya? Katanya sih hanya Rp 5 Juta saja. Tetapi belum jelas apakah itu sudah termasuk biaya kirim bolak-balik Jakarta-Purwokerto. (Tsany/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here