Sistem Rem ADV150, CBS atau ABS Sama Saja?

0
Sistem Rem ADV150
Honda ADV150 CBS-ISS dengan sistem combine brake. Foto: Afid

NaikMotor – Honda skuter matik bergaya adventure, ADV150 hadir dengan 2 varian, CBS-ISS atau ABS-ISS. Ternyata kedua pilihan sistem rem ADV150 itu nyaris sama mumpuninya.

Pada varian CBS-ISS, dengan sistem combi brake (CBS). Master rem atas pada stang kiri memiliki 2 saluran, 1 satu saluran ke rem belakang, lainnya ke rem depan. Pada kaliper rem cakram depannya terdapat 3 piston, dengan 1 piston tengah untuk terhubung dengan master rem kiri. Sementara 2 lainnya dioperasikan tuas rem depan.

Sistem Rem ADV150
Sistem Rem ADV150 CBS-ISS

Sementara pada master atas kiri, piston penekannya memiliki got pada bagian saluran ke rem depan. Sehingga saat tuas rem ditekan, jika tekanan untuk rem belakang berkelanjutan dan tetap besar. Sedangkan pada cakram depan akan berkurang ketika got piston mencapai titik saluran ke rem depan atau dibocorkan. Honda menyebut sebagai Delay Valve System.

Efek yang terjadi pada rem depan, tekanan pada cakram akan sedikit berkurang, sehingga roda depan masih bisa berputar agar mudah dikendalikan. Meski rem belakang sudah mengunci. Seperti yang dijelaskan tim Technical Service Function (TSF) PT Wahana Makmur Sejati, main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang, (21/8/2019), Mulyanto dan Achmad.

Pada varian ABS-ISS, kaliper depan hanya ada 2 piston, dan dioperasikan oleh sistem hidrolik master kanan dan sistem ABS. Sementara rem belakang pun hanya dioperasikan tuas rem kiri.

Seperti sistem kerja ABS lainnya, saat tuas rem kanan dioperasikan. Maka sistem ABS dengan input sensor putaan roda depan akan melakukan pulse tekanan pada cakram depan (50 pulse/ detik). Hasilnya, roda depan masih bisa sedikit berputar untuk pengendalian.

Jadi sistem rem ADV150, baik CBS maupun ABS itu nyaris sama mumpuninya. Hanya saja pada varian ABS tentunya dikendalikan secara elektronik, dan CBS secara manual. Selain itu pada varian ABS dilengkapi ESS atau emergency stop lamp system.

Jika terjadi pengereman mendadak dari kecepatan lebih 56km/jam, dan sistem membaca sebagai perlambatan lebih dari 6 m/detik2 maka sistem akan menyalakan lampu Hazard. Sebagai peringatan pada pengguna lalu lintas lainnya.

Siatem ESS akan berhenti menyalakan hazard jika perlambatan terjadi kurang dari 2,5m/detik2 atau tuas rem dilepas. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here