Mencicipi Motor Boardtracker Garapan SMK Mercusuar yang Berdesain Sensasional!

0
boardtracker mercusuar
Kesempatan mengendarai cutom boardtracker garapan Siswa SMK\Mercusuar Cakung, Jakarta Timur. Foto: YA

NaikMotor – Sensasional! itulah yang saya rasakan saat pertama kali mencoba mengendarai sepeda motor custom dengan gaya Boardtracker garapan siswa SMK. Custom Boardtracker karya siswa SMK Mercusuar Cakung itu mengingatkan akan motor balap di trek papan 1920-an.

SMK Mercusuar menunjukkan taringnya dengan berhasil membangun motor custom bergaya board tracker menggunakan mesin Honda GL Max. Proses ini memakan waktu sekitar 6 bulan dengan pembimbing Insan Motor Bekasi dan Motovation Garage.

Saat pertama kali menyalakan motor ini, suara knalpot yang menggelegar langsung nyaring terdengar di pelataran SMK Mercusuar Ujung Menteng,Cakung Jakarta Timur. Posisi berkendara yang menunduk condong ke depan khas gaya boardtracker membutuhkan sedikit adaptasi untuk keseimbangan sebelum tancap gas.

Dengan tinggi badan saya 182 cm, mendapatkan posisi nyaman dan mengendalikan saat mengendarai motor ini tidak ada masalah. Namun untuk ukuran tinggi di bawah 170 cm akan cukup kerepotan mengendalikan motor ini. Sebab rangka toptube motor ini cukup panjang dan model stang yang lebar.

Setelah posisi berkendara dirasa nyaman, saatnya memutar grip gas untuk merasakan akselerasi dan performanya. Entakan mesin cukup responsif, namun material jok yang terbuat dari pelat membuat posisi duduk terkadang bergeser sendiri imbas dorongan mesin. Maklum, motor boardtracker ini dibikin peruntukkanya lebih ke arah total modifikasi, jadi lebih menonjolkan totalitas estetika desain dan sedikit mengesampingkan kenyamanan berkendara.

Saat saya mencoba melakukan manuver memang diperlukan tempat yang lapang, karena memang dimensinya cukup panjang sehingga sedikit kerepotan jika bermanuver di tempat terbatas.

Dari sisi pengereman memang masih sedikit kurang pakem, namun hal tersebut bisa disebabkan karena kampas rem masih baru. Sebagai catatan sistem pengereman motor ini keduanya menggunakan tromol karena memang memgacu pada konsep desain gaya klasik motor balap jadul.

“Motor ini mengusung gaya boardtracker, proses pengerjaannya harusnya bisa selesai 3 bulan. Namun karena kemarin PSBB akhirnya jadi tertunda dan selesai dalam waktu 6 bulan. Pengerjaan yang paling membutuhkan waktu lama saat membuat rangka motornya, karena diperlukan presisi yang pas biar tidak getar dan center,” terang Yustinus Erwan Santoso selaku pembimbing yang builder dari Insan Motor.(Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here