AHM: Lakukan Hal ini Saat Berpergian Jarak Jauh Agar Tetap Aman

0
Tips Berpergian Jarak Jauh
AHM membagikan tips berpergian jarak jauh agar dapat menempuh perjalanan dengan aman. Foto: Istimewa

NaikMotor – PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan beberapa tips mengenai hal yang perlu diketahui dan disiapkan oleh Motoris jika ingin berpergian jarak jauh dengan aman. 

Manager Safety Riding PT AHM, Johanes Lucky, menyampaikan bahwa berkendara jarak jauh membutuhkan persiapan khusus. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kesiapan unit motor dengan melakukan pemeriksaan mesin, kelistrikan, dan fitur keselamatan seperti sistem pengereman.

Selain itu kesiapan kendaraan, Motoris juga perlu mempersiapkan kondisi fisik sebelum maupun selama perjalanan. Cek kondisi kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah, salah satunya adalah dengan melakukan tes rapid antigen.

“Ditengah pandemi saat ini, para bikers wajib memperhatikan kebijakan pemerintah setempat sebelum melakukan perjalanan jauh. Ketenangan pikiran dan emosi yang stabil juga menjadi hal penting karena perjalanan jauh menguras energi yang mudah memancing emosi saat bertemu pengendara lainnya,” jelas Lucky.

Nah, ini dia beberapa tips yang perlu dipahami dan diterapkan oleh Motoris jika ingin berpergian jarak jauh dengan sepeda motor menurut AHM:

  • Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan sangatlah penting, terlebih lagi saat akan berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor di masa pandemi. Protokol kesehatan harus selalu diterapkan, baik sebelum berkendara, saat istirahat, hingga sampai di tujuan.

Riding gear yang tepat wajib dikenakan untuk menutupi seluruh bagian tubuh, seperti menggunakan masker ditambah buff untuk meminimalisir risiko terpapar virus misalnya. Motoris juga dianjurkan untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh dengan rajin minum saat istirahat.

“Cukupkan waktu istirahat dengan melakukan istirahat setiap dua jam dengan waktu istirahat setidaknya 30 menit. Saat beristirahat tetap menggunakan masker, serta pilihlah tempat yang sepi namun tetap aman dari kejahatan agar terhindar berkerumun dengan pengendara lainnya yang beristirahat.”

  • Buat Rencana Perjalanan

Cari tahu terlebih dahulu mengenai kondisi jalur yang akan dilalui dengan melihat aplikasi peta digital atau melihat referensi bacaan yang bisa menambah informasi. Perencanaan ini menentukan jalur yang akan dilewati, lokasi istirahat dan makan, maupun tempat pembelian bahan bakar.

“Para bikers juga perlu melihat kondisi cuaca di area yang akan dilewati, sehingga dapat memberikan gambaran kondisi selama perjalanan serta perlengkapan apa saja yang perlu dibawa saat berkendara. Hindari berkendara melintasi wilayah yang merupakan pusat pandemi atau teridentifikasi sebagai zona merah, carilah jalur alternatif lain,” ujar Lucky.

Tidak dianjurkan membawa barang berlebihan saat berkendara jarak jauh demi memberikan kenyamanan saat berkendara. Hal ini rupanya tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 mengenai barang bawaan, atau tepatnya merujuk ke pasal 10 ayat 4 dan pasal 11.

Pada Peraturan Pemerintah tersebut tercantum informasi lebar barang bawaan yang tidak melebihi setang kemudi. Muatan juga perlu ditempatkan di belakang pengendara dan tingginya tidak melebihi 900 mm atau kurang dari 1 meter dari atas tempat duduk pengemudi.

  • Berboncengan

Berkendara jarak jauh membutuhkan konsentrasi tinggi karena menguras energi dan memiliki tantangan situasi jalan beragam. Jika melakukan perjalanan jauh dengan berboncengan, hinda percakapan ringan ataupun bersendagurau karena bisa mengurangi konsentrasi pengendara.

Jika menjadi pembonceng, usahakan jangan sampai tertidur karena dapat menggangu keseimbangan dalam berkendara akibat tubuh yang tidak bisa dikendalikan. Saat berboncengan, sebaiknya pembonceng memegang jaket pengendara atau memeluk pengendara untuk menambah keseimbangan saat berkendara. Pembonceng juga perlu mengikuti arah pergerakan pengemudi di depannya.

“Berkendara jarak jauh memang menyenangkan dengan ditemani teman ataupun kerabat, namun para bikers juga perlu memperhatikan beberapa hal. Yang utama adalah pembonceng harus menjadi partner berkendara yang aman dan memberikan kenyamanan bagi pengemudi. Jangan lupa, pembonceng juga tetap harus menggunakan riding gear yang lengkap,” tutup Lucky. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here