Pria Ini Menjelajah Pulau Jawa Naik Moto Guzzi V85TT, Ini Pendapatnya  

1
63
Moto Guzzi V85TT,
Benyamin Aris Nugroho, pemilik pertama Moto Guzzi V85TT yang membawanya menjelajah jalanan di Pulau Jawa. Foto: Dok.Pribadi

NaikMotor – Bagi motorcycle enthusiast, banyak pertimbangan yang menjadi panduan saat memilih motor, mulai fitur teknologi, desain hingga mesin. Pertimbangan apa yang membuat Benyamin Aris Nugroho akhirnya menebus Moto Guzzi V85TT?

Benyamin Aris Nugroho dikenal di kalangan skuteris Jakarta sebagai bagian dari Casa da Vespa, bengkel khusus Vespa di Kawasan Cipete. Dia juga aktif di komunitas hingga sempat menjadi pembalap Vespa di beberapa event balapan tahun lalu.

Belakangan hobinya banyak dihabiskan untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan moge, sampai kemudian pada awal tahun ini dia memutuskan untuk membeli unit Moto Guzzi V85TT di GAIA Moto Motoplex Jakarta. Ia pun menjadi konsumen pertama Moto Guzzi V85TT tidak lama setelah dibukanya showroom Motoplex Jakarta di Jl.Pangeran Antasari tersebut.

“ Saya pertama melihat motor ini ramah, tidak mengintimidasi sehingga tanpa mesti mikir lagi berani menaikinya. Melihat tampangnya itu membuat yakin mudah dikendalikan dan bikin feel-nya nyaman. Kebetulan juga ukuran motornya pas dengan badan saya, dari bobot hingga tinggi badan saya, karena bentuknya mid size ke big size,” ujar Benyamin.

Penasaran dengan kemampuannya, dia menyiksa motor yang disebut endure classic tersebut ke beberapa daerah mulai Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Seperti apa performanya? “ Seperti yang saya bilang, karena fit di badan,  bikin kita enggak mikir lagi soal balance, mau lurus, belok, hujan, panas ya nyaman. Saya nyoba di jalan raya utama hingga jalan tanah jelek, enak-enak aja. Kita juga enggak dikuasai motor karena fiturnya masih bisa kita mainkan. Dengan riding mode Road saat kondisi hujan, motor masih stabil meski jalannya menikung saat melwati daerah Boyolali ke Pekalongan. Baru pas pakai model Rain, serasa naik Vespa masuk Batang ke Alasroban,” beber Om Ben yang tengah menyiapkan acara Vespa World Day 2022 di Bali.

Soal suspensi, bawaan standar juga  juga masih mengandalkan setup standar, namun saat berboncengan dengan istri, dikeraskan sedikit agar tidak terlalu empuk untuk menghindari efek limbung. Ia juga menambahkan kalau handling V85TT  mudah dikontrol dan tidak liar dan juga tidak lembut. “ Kalau mesin sih torsinya sangat cukup dan tetap galak di putaran rendah waktu masuk trek offroad. Masalahnya cuma di windshield kalau lewat jalur onroad saat lewat jalan Pantura. Mungkin harus ditambah wind deflector,” tambahnya. (Arif/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*