Bercumbu dengan Vespa 946 Bellissima Sambil Menikmati Alam Bromo

0
2039
Vespa 946 Bellissima
Kenikmatan yang hakiki bercumbu bersama Vespa 946 Bellissima. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Vespa 946 menjadi tipe termahal dari produk Vespa yang pernah ada. PT Piaggio Indonesia (PID) menyebut Vespa 946 Bellissima menjadi skuter muktahir yang memadukan seni dan fungsi.

Diluncurkan secara resmi oleh PID pada 9 Oktober 2014, Bellissima hanya dipasarkan sebanyak 51 unit di Indonesia dengan banderol resmi Rp 170 juta.  Keeksklusifan yang diciptakan oleh PID ini membuat harga di pasaran melambung cukup tinggi. Pasalnya Bellissima yang tersedia dalam 2 warna, silver metalik dan biru metalik langsung menjadi incaran para pecinta Vespa premium di Tanah Air.

Penulis pun tergoda dengan desain futuristik skuter asal Italia ini. Dari penampilannya saja sudah terlihat bernilai seni tinggi yang menggabungan antara model klasik dan modern, ditambah bertaburan fitur berteknologi terkini serta kualitas material nomor wahid. Namun sayang saat itu Bellissima menjadi barang yang langka, keinginan untuk memilikinya kandas tinggal mimpi.

Bahkan kesempatan untuk sekedar mencoba mengendarai Bellissima saja rasanya tidak mungkin. PID yang meniagakan Vespa 946 Bellissima di Indonesia juga tidak menyediakan unit test ride wartawan untuk model termahal ini, karena ke-51 unit tersebut sudah dipesan oleh konsumen setianya.

Tetapi  Dewi Fortuna masih melihat keinginan kuat saya untuk mencoba barang langka tersebut. Bukan hanya mencoba tapi impian memiliki Bellissima menjadi suatu kenyataan. Saat itu salah satu pemilik Bellissima yang juga sahabat masa SMA mengungkapkan keiinginannya untuk memiliki Vespa GT200L 2005 dan GTV250 2006 yang saya miliki. Ia pun menawarkan Bellissima yang baru 7 bulan dibelinya kepada saya dengan cara barter 2 unit Vespa yang saya miliki.

Tanpa pikir panjang saya langsung menyetujuinya dan akhirnya saya menjadi salah satu pemilik dari 51 unit  Bellissima yang ada di Indonesia. Rasa bangga terus menyelimuti diri sejak Bellissima terparkir di garasi rumah. Hampir setiap malam, setelah pulang bekerja saya memandangi keindahan bentuk bodinya yang aduhai.

Bellissima pun menjadi teman setia mobilitas saya dalam beraktifitas setiap harinya. Banyak sahabat pecinta Vespa lainnya yang terkejut dengan apa yang saya lakukan sangat berbeda dengan para pemiliki 946 lainnya. Kebanyakan pemilik 946 hanya mengeluarkan Vespa kesayangannya pada hari Sabtu dan Minggu.

Vespa 946 Bellissima
Teman setia mobilitas dalam aktifitas. Foto: Kutu Community

Belum puas rasanya menikmati kenyamanan Bellissima hanya di jalanan Jakarta. Rute Bogor-Puncak-Bandung menjadi jalur yang mudah ditaklukan berkat teknologi muktahir yang disematkan pada mesin injeksi elektronik 150 cc 3V.

Yang sangat berkesan adalah pengalaman saat bercumbu bersama Bellissima sambil menikmati jalur Jogja-Malang-Bromo pada Agustus 2016 silam. Berbekal  waktu luang 4 hari, perjalanan eksotis ini diawali dengan pengiriman unit Bellissima lebih dahulu ke Jogjakarta, rumah sahabat pecinta Vespa yang tergabung dalam Kutu Community via ekspedisi. Untuk menghemat waktu perjalanan saya menuju Jogja dengan pesawat sore dan bermalam di Jogjakarta.

Pagi harinya kami berdua langsung bertolak menuju Malang melalui Solo. Perbukitan Tawangmangu kami pilih sebagai jalur untuk merasakan performa Bellissima yang sudah tidak sabar untuk digeber. Aspal halus yang didominasi dengan tanjakan serta turunan menjadi santapan kami berdua. Sangking enaknya memainkan putaran gas, tanpa disadari sahabat kami yang menunggangi Vespa PX 150 1979 tertinggal cukup jauh di belakang. Terpaksa saya harus mengendurkan putaran gas untuk sekedar mengimbanginya.

Saat melumat tikungan di tanjakan dan turunan, saya tidak perlu khawatir karena Bellissima telah dilengkapi ban ukuran 12 inci dan sistem pengereman ABS. Bagai anak panah lepas dari busurnya,  mesin berakselerasi secara spontan meninggalkan setiap tikungan yang dilibas dengan sempurna. Meski jarum jam baru menunjukan angka 1 siang, suhu dingin menambah adrenalin untuk terus menikmati kenyamanan Bellissima yang telah dilengkapi dengan lampu LED agar bisa menembus halimun yang mulai menyelimuti.

Vespa 946 Bellissima
Perpaduan seni dan fungsi. Foto: Yusuf Arief

Sebelum matahari terbenam kami tiba di Kota Malang untuk beristirahat. Pagi harinya setelah sarapan, kami pun bersiap menikmati jalur menuju Bromo melalui Malang. Panorama alam pegunungan serta warna hijau pepohonan besar seakan tersenyum menyambut kedatangan kami. Suara hembusan angin khas pegunungan membawa pikiran kami bagai burung terbang leluasa di angkasa. Kami juga tak tahan untuk memanjakan mata memandang luas panorama indah gunung Bromo dari ketinggian.

Saat yang mendebarkan telah di depan mata. Kami harus bersiap menuruni bukit menuju pasir berbisik Bromo yang terhampar luas sejauh mata memandang. Semua yang melalui jalur ini dituntut agar berkonsenterasi untuk memilih pasir yang cukup padat. Jika salah diperlukan ekstra tenaga untuk keluar dari jalur yang akan membuat ban slip di pasir.

Rupanya hamparan pasir Bromo ini bukan menjadi suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Vespa 946 Bellissima yang kami tunggangi mampu melalui tantangan ini dengan mudah, berkat   fitur ASR (Anti Slip Regulation) yang disematkanya. Teknologi ini mengatur kontrol traksi putaran roda secara otomatis untuk mencegah ban tergelincir atau slip saat dikendarai seperti pasir berbisik dan jalan licin. Kami pun melenggang kangkung dan dari kaca spion terlihat beberapa kendaraan roda 2 lainnya sedang berusaha keras keluar dari slip ban.

Vespa 946 Bellissima
Dilengkapi teknologi Anti Slip Regulation. Foto: Yusuf Arief

Sambil menunggu sahabat yang berada jauh di belakang, kami memesan secangkir kopi di shelter atau tempat peristirahatan yang berada di dekat Pura. Beberapa pecinta Vespa yang melihat Bellissima parkir di gurun pasir terlihat terperanjat dan kagum. Obrolan pun terjadi dengan pertanyaan yang sering kami dengar, apa nga sayang dengan Vespa mahal ini? Kami pun menjawabnya dengan logika, inilah sesungguhnya kenikmatan yang hakiki dalam mewarnai perjalanan hidup yang indah ini bersama Vespa. (YA/ NM)

LEAVE A REPLY

*