Kakorlantas: Lebih Mahal Nyawa Ketimbang Sandal Jepit

0
31
Irjen Pol Firman Shantyabudi
Irjen Pol Firman Shantyabudi, Kakorlantas Polri. Foto: Korlantas

NaikMotor – Peraturan pengendara sepeda motor dilarang memakai sandal jepit baru-baru ini tentu ada alasannya. Pasalnya, nyawa seseorang jauh lebih mahal ketimbang harga sebuah sandal jepit.

Hal ini disampaikan langsung oleh Irjen Pol Firman Shantyabudi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Baginya, jangan pernah main-main jika berurusan dengan nyawa, khususnya saat berkendara di jalan.

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita? Tolong itu juga dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada,” kata Firman, di laman resmi Korlantas Polri.

“Ini gunanya helm standard, pakai sepatu, masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja, moga-moga kita tidak termasuk.”

Firman berharap peraturan ini bisa dipatuhi bukan karena takut ditilang, melainkan lebih kepada kesadaran diri dalam berlalu lintas di masyarakat umum. Oleh karena itu, ia ingin masyarakat paham bahwa nyawa jauh lebih mahal daripada sandal jepit.

“Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas,” ujar Firman.

“(Peraturan) itu sebagai bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun, sehingga patuh sudah menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” tuturnya. (Galih/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*