Apa Itu The Memorial Wing Day HDCI?

0
1798

Wingday-HDCI_18

Bandung (naikmotor) Salah satu kebanggaan pemilik H-D di Indonesia adalah mendapatkan wing yang didapat dengan touring ke Pangandaran.

Sejarah panjang perkembangan H-D di Indonesia Di era pascakemerdekaan, unit Harley-Davidson di Indonesia lebih banyak beredar di kalangan atau di tangsi-tangsi militer. Dimiliki pensiunan tentara, jadi tak heran populasinya yang langka menjadikan motor legenda asal Amerika Serikat tersebut adalah unit istimewa.

Setelah itu beberapa unit mulai dimiliki oleh kalangan sipil. Seperti di Bandung, pada tahun 1960 para enthusiast pemilik dan penggemar HD dari berbagai latar belakang dan status sosial, sepakat membentuk perkumpulan dengan mengibarkan bendera Harley Club Bandung atau HCB (Klub ini pula yang lantas menjadi cikal bakal melatarbelakangi berdirinya HDCI/Harley-Davidson Club Indonesia).

Awalnya, sarana berkumpul dan berekspresi anggota HCB dilakukan dengan berbagai cara. Dari mulai hanya sekadar pertemuan rutin, memanaskan motor bersama, bertukar pikiran dan bertukar onderdil demi performa optimalnya unit HD masing-masing yang dimiliki (karena saat itu belum ada dealer atau bengkel resmi maupun distributor Agen Pemegang Merek), hingga menggelar rally panjang yang bersejarah, menempuh jarak perjalanan Kota Bandung-Pantai Pangandaran.

“Dengan kondisi motor Harley-Davidson yang seadanya atau tidak bisa dikategorikan lagi sebagai motor baru, kami melakukan perjalanan Bandung – Pangandaran. Beberapa anggota juga tersebar dan ada yang berdomisili di sepanjang kota persinggahan seperti Garut, Tasikmalaya dan beberapa kota lain wilayah di Priangan Timur. Sambil menjelajah, kami juga singgah bersilaturahmi menyambanginya,” kata Ayi R Agus.

Secara periodik penyelenggaraan bisa diklasifikasikan seperti ini. Wingday Pertama diadakan sebagai ajang silaturahmi keluarga penggemar HD pada 1 Agustus 1973. Pada periode berikutnya, Wing Day digelar lima tahun sekali, karena kondisi jalan Bandung-Pangandaran tahun 1970-1980-an yang buruk.

Kedua, kebanyakan motor yang digunakan adalah H-D tua warisan zaman kolonial, sehingga untuk dapat finish di Pangandaran memerlukan sebuah perjuangan keras. Lantas, karena jadi ajang family gathering, maka tiap peserta membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga untuk bisa ikut kegiatan ini kebanyakan peserta harus menabung dulu.

Tahun 1990, HCB sejatinya siap akan menyelenggarakan Wing Day ke-V, namun atas permintaan Dading Kalbuadi panitia Wing Day diubah menjadi
panitia Munas I Harley Club se-Indonesia di Wisma Cahaya Garuda, Bandung, 24 – 27 Mei 1990 yang kemudian melahirkan organisasi HDCI
(Harley-Davidson Club Indonesia).

Berdasarkan era-nya Wing Day dapat dibagi dua kategori; Pertama Wing Day
Classic (I-IV/1973-1986) diselenggarakan oleh HCB dengan peserta kebanyakan motor H-D tua.

Kedua Wing Day Modern setelah Munas 1990 yaitu Wing Day V/1995 dan seterusnya diselenggarakan oleh HDCI Bandung dengan peserta motor tua dan motor baru.

Tentu saja nilai perjuangan menggunakan motor tua dengan kondisi mesin seadanya disertai lelehan oli menetes, merupakan sebuah cerita penuh makna dari segelintir pencinta H-D yang menempuh perjalanan lebih kurang 215 kilometer Bandung-Pangandaran, dengan kondisi jalan yang seadanya pula. Bukan hitungan jam, bisa dua hari atau lebih untuk menuntaskannya.

Jerih payah dan perjuangan tak kenal menyerah untuk kiprah tersebut, maka sepantasnya diganjar dengan sebuah penghargaan. Bagi mereka yang tiba hingga garis finish, disematkan sebuah lencana (wing) logam sebagai tanda telah mengikuti prosesi perjalanan bersejarah tersebut. Deburan ombak Pantai Pangandaran menjadi saksi disematkannya wing.

Beberapa disematkan di jaket atau rompi yang dikenakan, namun ada pula yang langsung menembus kulit dada mereka. Rangkaian keseluruhan ritual tersebut, lantas dikenal dengan nama Wing Day. Hingga kini menjadi bagian dari kegiatan para pencinta sejati Harley-Davidson. Serta menjadi agenda tetap kegiatan yang digelar oleh Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI Bandung). (dh/NM) Foto : dh

LEAVE A REPLY

*