Meski terdengar menjanjikan, masih ada sejumlah pertanyaan terkait implementasinya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana sistem mekanis ini dapat disematkan dalam ruang sempit pada helm tanpa menambah bobot secara signifikan.
Selain itu, kenyamanan juga menjadi faktor penting, terutama agar tali tidak terasa mencekik saat digunakan.
Di sisi lain, muncul pula pertanyaan apakah teknologi ini dibutuhkan. Dalam praktiknya, kasus helm terlepas saat kecelakaan tergolong jarang dan biasanya disebabkan oleh kesalahan penggunaan atau kualitas helm yang kurang baik.
Secara konsep, inovasi dari Autoliv ini memiliki potensi untuk meningkatkan konsistensi penggunaan helm yang tepat. Namun, efektivitasnya di dunia nyata masih harus dibuktikan.
Apakah ini akan menjadi standar baru keselamatan atau sekadar inovasi yang tidak terlalu diperlukan, semua akan bergantung pada performanya saat benar-benar digunakan di jalan. (Yuka/NM)






