Pembalap asal Sleman Yogyakarta mengungkäpkan, “Bicara soal manajemen ban, strategi saya push dari awal sampai akhir dan saya saya melihat pace group itu tidak terlalu kencang di angka 149 , karena waktu kualifikasi itu mereka melakukan 148. Jadi saya melihat itu tidak terlalu di batasi, limit masih bisa push lagi sehingga saya juga merasa masih aman, dan saya coba untuk maju stay di depan, karena kemungkinan kalau misalnya saya mundur itu lebih sulit untuk maju lagi ke depan.”
“Jadi untuk manajemen ban tentunya sangat penting, karena untuk last lap itu sangat penting juga untuk attack, karena di last lap itu kita attack full lap dari sektor 1. Kemarin di race 2 itu semuanya berjalan dengan lancar, dan alhamdulillah tidak ada kendala ban, dan karena saya juga sudah setup suspensi saya dari FP1, FP2, dan juga qualifying, jadi saya punya setup yang menurut saya itu cukup untuk mengatasi drop tire,” jelas pembalap berusia 16 tahun.




