Risiko Motor Rusak, Ganti Busi Jika Ada Gejala Begini

0
Ganti Busi
Ganti busi jika motor sudah tidak bisa akselerasi optimal. Foto: wahana honda

NaikMotor – Ganti busi sepeda motor perlu dilakukan. Busi yang tidak optimal menyebabkan kerusakan komponen sepeda motor.

Busi pada sepeda motor berfungsi memercikkan api untuk proses pembakaran. Jika busi tidak optimal, pembakaran menjadi tidak sempurna, yang menyebabkan penurunan tenaga, pemborosan bahan bakar, hingga potensi kerusakan komponen mesin lainnya dalam jangka panjang.

Gejala busi bermasalah ditandai dengan mesin sulit dinyalakan, terutama saat suhu dingin. Kemudian diikuti dengan akselerasi tidak responsif atau terasa “brebet” saat gas ditarik.

Kondisi itu bisa mengakibatkan konsumsi BBM meningkat karena mesin tidak bekerja efisien. Atau bisa ditandai suara mesin tidak stabil (pincang/kasar) saat posisi idle.

Jika demikian maka wajib ganti busi untuk menjaga performa tetap maksimal. Penggantian busi disarankan dilakukan apabila:
1. Jarak Tempuh: Mencapai 8.000 hingga 12.000 kilometer.
2. Kondisi Fisik: Elektroda aus, berkarat, atau tertutup kerak karbon tebal.
3. Waktu: Sudah digunakan lebih dari satu tahun meski jarak tempuh belum tercapai.

Baca Juga: Mesin Brebet, Busi Penyebab Terakhir

Ganti Busi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 17 =