NaikMotor – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) kembali mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara dan etika di jalan raya, terutama saat menghadapi kendaraan prioritas seperti ambulans.
Pengendara sepeda motor diimbau untuk tidak mengikuti ambulans demi kepentingan pribadi karena tindakan tersebut dinilai berbahaya dan dapat mengganggu proses penyelamatan.
“Mengikuti ambulans untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Selain berisiko tinggi, hal tersebut juga mengganggu upaya penyelamatan yang sedang berlangsung. Kami mengajak seluruh pengendara sepeda motor untuk mengedepankan empati dan tetap konsisten menerapkan #Cari_Aman dalam setiap situasi,” tambah Agus Sani.
Sebagai bentuk respons yang tepat, pengendara sepeda motor wajib memahami dan menerapkan langkah berikut ini saat menghadapi ambulans di tengah kemacetan:
- Tetap Tenang dan Jangan Panik
Pengendara wajib menjaga ketenangan saat mendengar sirene ambulans. Hindari pengereman mendadak atau manuver spontan yang berpotensi memicu kecelakaan. - Segera Menepi ke Kiri
Setiap pengendara harus segera memberikan prioritas dengan menepi ke sisi kiri jalan atau lajur aman. Pergerakan dilakukan secara bertahap, bukan mendadak. - Cek Spion dan Blind Spot
Sebelum berpindah posisi, pengendara wajib memastikan kondisi sekitar aman. Gunakan spion dan lakukan pengecekan langsung ke area blind spot. - Berhenti Jika Diperlukan
Dalam kondisi lalu lintas yang sangat padat dan tidak memungkinkan untuk menepi, pengendara harus berhenti dan memberikan ruang semaksimal mungkin. Mematikan mesin dapat dilakukan bila memang hal itu diperlukan. - Jangan Mengikuti di Belakang Ambulans
Pengendara dilarang mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan. Tindakan ini berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan dapat menghambat laju ambulans. Prioritas utama adalah keselamatan dan kelancaran kendaraan darurat.




