Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan manajemen risiko saat berkendara agar mampu membaca situasi lalu lintas dan mengambil keputusan dengan aman di berbagai kondisi jalan.
“Melalui semangat #Cari_Aman, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan berkendara harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Pengendara tidak hanya perlu memiliki kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga memahami cara mengantisipasi risiko dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
Meningkatnya jumlah perusahaan yang mengajukan pelatihan safety riding menunjukkan bahwa kesadaran terhadap keselamatan berkendara kini semakin berkembang di lingkungan kerja.
Selain teknik berkendara aman, WMS juga terus mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup.
“Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus mendorong agar budaya #Cari_Aman dapat diterapkan tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya safety riding, maka peluang terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman juga akan semakin besar,” tambah Agus Sani.





