‘Jualan’ lain yang dimiliki Omoway OMO-X ada pada suspensi depannya yang menggunakan sistem independent double wishbone, teknologi yang lebih umum ditemukan pada mobil.
Saat digunakan melewati jalan rusak maupun polisi tidur, suspensi depan terasa sangat empuk dan stabil. Karakternya terasa anteng sehingga NaikMotor merasa ‘pede’ saat melibas jalanan berkontur tidak rata.
Namun sayang, suspensi belakang dengan single-sided swingarm justru terasa belum spesial dibanding bagian depan. Bantingan belakang masih terasa cukup keras, mungkin butuh adaptasi dan tergantung dari beban yang ditanggung OMO-X ini.

Soal harga, Omoway OMO-X hadir dalam dua tipe yaitu Smart dan Balance. Varian Smart dibanderol Rp 44,5 juta off the road, sedangkan tipe Balance dijual Rp 61,5 juta off the road.
Selama masa pre-order, tersedia subsidi sebesar Rp 9 juta. Artinya, tipe Smart bisa ditebus dengan harga Rp 35,5 juta dan tipe Balance menjadi Rp 52,5 juta off the road.
Kesimpulannya, NaikMotor menilai Omoway OMO-X ini akan merubah peta motor listrik di Tanah Air. Dengan segala fitur dan spesifikasi yang ditawarkan, jangan heran jika bakal ada EV enthusiast yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi membayar semua yang ditawarkan OMO-X ini. Siapkah Motoris menyambut motor listrik masa depan? (Yuka/NM)




