Asosiasi Tim Pabrikan MotoGP Tak Kompak Pelarangan Winglet

0
Winglet
Winglet pada Ducati Desmosedici GP15. Foto: Ducati

Eropa (naikmotor) – Tahun 2017 mendatang, akan menjadi tahun perdana pelarangan sayap kecil (winglet) di ajang balap MotoGP. Hal ini dilakukan setelah komisi balap MotoGP yang terdiri dari Dorna Sports (EO MotoGP), IRTA (International Road-Racing Teams Association), FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) dan MSMA (Motor Sport Manufacture Association) sepakat dengan pelarangan tersebut.

Namun dari beberapa analisis mendalam tentang musabab utama pelarangan komponen tersebut, lebih banyak yang mengacu pada tidak kompaknya manufaktur yang tergabung di MSMA. Yaitu Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, Aprilia dan anggota barunya yaitu KTM.

Ketidak-kompakan ini tentunya melahirkan anggapan bahwa mereka masih meragukan apakah komponen tersebut aman atau tidak. Artinya ini menjadi sub bagian pembahasan ketidak-kompakan MSMA.

Analogi gampangnya seperti ini, MSMA hanya butuh kekompakan untuk mengatakan bahwa komponen tersebut cukup safety. Kemudian ditambahkan dengan data-data dan simulasi ringan cara kerja, kemudian imbasnya jika terjadi kecelakaan dan atau senggolan antar pembalap. Semuanya ini harus disusun dalam satu laporan lengkap dalam bentuk proposal untuk didiskusikan dalam forum komisi balap MotoGP itu tadi.

Tentunya setiap manufaktur harus mempresentasikan konsep winglet yang mereka gunakan. Artinya mereka harus siap membuka rahasia sendiri di depan manufaktur lain tentang apa yang mereka sedang kembangkan. Sehingga kemungkinan besar konsep ini akan diketahui oleh manufaktur lain.

Hal inilah yang kemudian membuat mereka tak bisa kompak untuk menjaga agar winglet tetap digunakan di MotoGP 2017. Gianluigi Dall’Igna sebagai Direktur Teknis tim Ducati menegaskan bahwa, isu tentang komponen yang tidak aman bagi pembalap lain, muncul ketika pembalap Ducati menyenggol Marc Marquez di MotoGP Argentina.

“Kami mengembangkan winglet ini berdasarkan performa. Tapi tentunya kami tidak mengabaikan yang namanya safety. Kami juga tahu kok mana yang aman untuk digunakan di motor MotoGP dan mana yang tidak aman,” sanggah Gigi.

Tim yang merasa terdampak sangat besar adalah Ducati. Lantaran mereka menggunakan sayap tersebut sejak era Casey Stoner untuk beberapa tipe sirkuit yang tiupan anginnya cukup kencang. Tapi sejak musim MotoGP 2014, mereka mulai intens menggunakannya. Wajar jika tim ini merasa dikurung dalam hal riset sistem aerodinamika pada motornya.  (spy/nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here