Langkah Mudah Memeriksa Kondisi Aki Sepeda Motor

0
6862
Kenali 5 Faktor yang Mempengaruhi Usia Pakai Aki
Baterai atau aki menjadi perangkat utama sepeda motor. Foto: Afid

NaikMotor – Baterai atau aki menjadi salah satu komponen utama sepeda motor modern. Karena itu, aki butuh perawatan, paling tidak melakukan pemeriksaan. Berikut langkah mudah memeriksa kondisi aki sepeda motor.

Ketika sepeda motor sudah menerapkan induksi bahan bakar secara injeksi, saat itu aki menjadi andalan. Sebab selain untuk menyalakan mesin, pompa injeksi sebelumnya sudah menyala untuk inisiasi tekanan injektor sesuai kebutuhan. Ditandai dengan bunyi dengungan di sekitar tangki dan lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp) biasanya berwarna oranye di dashboard yang menyala sesaat saat kunci kontak diputar ke posisi on.

Jadi kesehatan aki tentunya sangat penting, apalagi beberapa model sudah tidak lagi menerapkan kick starter seperti Vespa produk terakhir, Suzuki GSX 150, Honda CBR250RR, dan Yamaha YZF-R15.

Meskipun aki yang digunakan tipe Maintenace Free (MF) atau awam menyebutnya aki kering, namun karena bermaterial cairan kimia, aki perlu perawatan paling tidak lakukan pengecekan fisiknya.

Langkah Mudah Memeriksa Kondisi Aki Sepeda Motor
Perhatikan fisik aki, apakah terminal tidak patah, casing tidak bocor atau retak atau ada rembesan cairan aki . Foto: Afid

Umumnya, aki memiliki usia pakai sekitar 2-3 tahun, dan jika didukung oleh perawatan yang baik bisa hingga 4-5 tahun, apalagi jika kondisi lingkungan membuatnya tetap awet. Cuaca panas bisa memperpendek usia pakainya, demikian juga jika sepeda motor lebih sering tidak digunakan dalam waktu lama.

Pengecekan fisik aki cukup mudah untuk dilakukan. Langkah pertama pastikan kunci kontak dalam posisi off.

Buka cover aki. Lepaskan tutup karet pada terminal atau kutub positif (+). Periksalah apakah terminalnya patah ataukah terdapat lapisan kerak putih. Jika patah, maka tidak ada langkah lain selain mengganti dengan aki baru. Jika terdapat kerak putih, bersihkan dengan menyiramkan air panas, atau penetran.

perawatan_aki_motor_1

Lanjutkan dengan pemeriksaan casing atau bodi aki. Untuk itu aki perlu dilepaskan dari boksnya. Periksa apakah bodi aki kembung, yang bisa terjadi akibat discharging berlebihan. Demikian pula periksa apakah terdapat retakan, lubang atau bocoran cairan asam bahkan perubahan warna. Jika terdapat masalah itu, segera lakukan pergantian dengan aki baru. Karena, kebocoran cairan bisa menyebabkan karat pada komponen metal bahkan korsleting.

Jika masih menggunakan aki tipe basah, periksa apakah tinggi airnya sudah pada batas bawah (low), jika demikian segera isi kembali dengan air demin (botol biru). Sebab aki dengan cairan asam yang susut banyak akan membuat sel aki terekspos oksigen, dan terjadi sulfasi yang memperpendek usia aki. Jika dipaksakan digunakan sel akan rontok dan aki mati.

Periksa pula apakah cairan aki itu berubah warna lebih gelap atau kecoklatan, itu indikasi aki sudah saatnya diganti. Karena sel aki sudah rontok dan tidak menghasilkan listrik dengan optimal.

perawatan_aki_motor_2

Jika semua langkah sudah dilakukan dan aki sudah dikembalikan ke posisi semula di sepeda motor. Cobalah cek kemampuannya dengan menyalakan klakson (jika klakson masih baik, tentunya) jika masih menyalak dengan keras, berarti aki masih baik. Jika tidak cobalah untuk dicharge, dan jika sudah penuh cobalah menyalakan mesin, dan matikan, ulangi hingga beberapa kali. Jika baru 2 kali sudah tidak mampu lagi menyalakan mesin, berarti kondisi aki sudah lemah dan masanya untuk diganti baru. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*