Tips Mengenal Desmodromic Ducati

0
266

TipsMengenalDesmodromic

Jakarta (naikmotor) – Musim balap MotoGP 2015, Tim Ducati mulai unjuk gigi, menempati posisi kedua dan ketiga saat di Losail-Qatar. Salah satu faktor penunjang keberhasilan berkat teknologi bukaan katup Desmodromic.

Sudah lama sebenarnya sistem Desmodromic diterapkan baik pada motor balap MotoGP maupun produksi. Ducati mengembangkan mekanisme pembuka tutup katup yang tidak sepenuhnya mengandalkan pegas sebagai pembalik (menutup katup).

Pada mesin konvensional pegas sebagai pembalik terkendala oleh kekenyalan pegas (gerak translasi), sehingga pada putaran tinggi sering terjadi floating, atau katup mengambang. Efek yang ditimbulkan adalah hilangnya kompresi dan kehilangan tenaga.

Sistem Desmodromic mengandalkan dua buah rocker arm (pelatuk) pada tiap katup, diposisikan di atas dan di bawah lengan katup atas. Rocker arm bagian atas tugasnya menekan katup agar terbuka, rocker arm bagian bawah bertugas menaikkan (menutup) katup. Masing-masing memiliki poros tersendiri.

Tetapi pada rocker arm penutup katup masih dibantu oleh pegas agar kembali ke posisi semula, dan tetap menempel pada bubunganya. Sehingga katup membuka dan menutup tepat pada waktunya atau akurat, dan tidak mengalami floating. Serta mengurangi bergoyang atau berputarnya batang katup. Kompresi pun tetap terjaga meski mesin dalam putaran tinggi. (af/NM)

LEAVE A REPLY

*