Ini Harapan Pembalap dan Komunitas untuk Yamaha Sunday Race 2016

0
YSR-2016
Level kompetisi yang terus meningkat membuat atmosfer balap di Yamaha Sunday Race R Cup Series 2015 juga makin tinggi. Foto: Didit

Sentul (naikmotor) – Rangkaian Racing Day sebagai penutup final balapan Yamaha Cup Race dan Yamaha Sunday Race R Cup Seri ke-4, yang berlangsung Kamis-Minggu (12-15/11/2015) di Sirkuit Sentul telah usai.

Balapan yang menyajikan pesta bagi komunitas pengguna R Series Yamaha, dari seri ke seri terus meningkat pesertanya, seri 1 147 starter, seri 2 232 starter, seri 3 243 starter, dan terakhir seri 4 sebanyak 278 starter.

Pihak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pun bermaksud akan melanjutkan event balap dan pesta komunitas pengguna Yamaha R series tersebut tahun 2016. Dyonisius Beti, Senior vice president PT YIMM dalam sambutannya saat seremoni pembukaan final YSR 2015 menegaskan akan melanjutkan Sunday Race tahun depan.

Hal senada ditegaskan lagi oleh Supriyanto, manajer motorsport PT YIMM,”Tahun depan Yamaha Sunday Race akan kita jadwalkan tetapi lebih awal, karena sirkuit Sentul akan direnovasi per Juni 2016 untuk persiapan MotoGP 2017. Maka banyaknya seri akan kita sesuaikan,” ujarnya.

Harapan-harapan pun bermunculan untuk balapan Yamaha Sunday Race mendatang. Seperti yang diungkapkan Dewa Rosi Widianto (13 tahun) juara 1 R15 komunitas B dari tim R15ER Valvoline Hogo Kalingga Jr-Jakarta.

“Meski belum pasti ikut, karena kendala sponsorship, tetapi berharap Yamaha Sunday Race tetap berlanjut tahun depan. Dewa juga tengah disiapkan untuk ikut Motoprix,” jelas Billy, sang Ayah yang juga manajer tim.

Sementara Febri Darmansyah dari Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI) , juara pertama kelas R25 komunitas B mengusulkan agar Yamaha Sunday Race tetap diadakan dengan membenahi soal regulasi.

” Sunday Race harus terus diadakan sebab berguna bagi komunitas yang jarang merasakan balapan di sirkuit. Harapan lainnya agar regulasi di komunitas B dibenahi dan ditujukan bagi motor standar pabrik. Ini untuk tetap membuat mereka lebih antusias dan tetap murah, sebab ada saja peserta yang menggunakan piggy back dan harus keluar Rp 4-5juta seperti saat ini,” sebut Febri.

Menurut Febri, itu belum termasuk ban khusus balap yang harganya bisa mencapai Rp 4 juta-an.” Kalau boleh, pakai ban produk sponsor saja agar merata jadi hanya skill yang ditandingkan.”

Harapan yang lebih jelas datang dari pembalap road race nasional, Hendriansyah,”Kita berharap melalui Yamaha Sunday Race ada program penjenjangan yang jelas, sebab selama ini hanya pembalap dengan dukungan tim bermanajemen yang baik dan sponsor besar tampil di ajang road race kompetisi. Toh, event telah terbukti menjadi tempat sharing antar mekanik, dan pembalap,” jelasnya.

Satu hal lagi yang perlu dibenahi menurut Hendri adalah perlunya pemahaman soal balap untuk komunitas agar tidak membahayakan peserta lainnya.(Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*