1 Juli 2015, Tim MotoGP Tak Boleh Riset Software Pabrikan

0
146

Regulasi-MotoGP

Spanyol (naikmotor.com) Awal musim 2015 hingga pertengahan tahun 2015 nanti (tepatnya 30 Juni), tim-tim manufaktur dan tim satelit (dalam hal ini Honda, Yamaha dan Ducati) dibolehkan untuk melakukan pengembangan software bawaan dari manufaktur masing-masing.

Namun setelah itu (1 Juli hingga akhir musim 2015), mereka akan menggunakan software yang terakhir dikembangkan hingga 30 Juni itu. Artinya untuk pagelaran MotoGP Jerman yang jatuh pada 12 Juni, tim-tim dan pembalap sudah tak boleh lagi melakukan riset dan pengembangan untuk software manufaktur ini. Kecuali untuk hal-hal yang berkaitan dengan safety pembalap dan motor itu sendiri.

“Setiap tim manufaktur dan tim satelit, sudah harus menggunakan software yang dibekukan pengembangannya alias fix. Tidak ada lagi yang menggunakan software manufaktur yang bisa diriset, kecuali bagi tim manufaktur yang baru bergabung yaitu Suzuki dan Aprilia,” jelas pernyataan dalam regulasi terbaru MotoGP 2015.

“ECU yang merupakan hasil pengembangan terakhir (hingga 30 Juni) akan dicabut dari setiap motor di tim pabrikan dan satelit, dan kemudian di segel sebagai contoh ECU yang software tak boleh lagi dikembangkan. Jadi kalau ada perbedaan ditemukan setiap scrutineering dilakukan, maka tim bersangkutan bisa kena sanksi.”

“Ini juga berguna jika ada tim lain yang protes, jadi technical division dengan mudah membandingkan ada kecurangan atau tidak pada sebuah software tim. Kalaupun harus dilakukan perubahan untuk menghilangkan bug atau gangguan pada sistem komputerisasinya, harus dilakukan sesuai izin dari divisi teknis MotoGP. Tentunya disertai dengan alasan kuat mengapa harus melakukan perubahan.”

Memang agak ribet juga yah untuk dimengerti. Tapi percayalah, ini akan menjadikan kompetisi MotoGP 2015, bakal mulai seru ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Terutama mulai kompetitifnya pembalap di kategori open class dan tim manufaktur baru seperti Suzuki dan Aprilia. (Spy/NM) Foto: Dorna MotoGP

LEAVE A REPLY

*