Konversi Motor Bebek Tua Lebih Hemat Daripada Jadi Barang Antik Tak Terawat

0
Konversi Motor Bebek
Motor bebek yang dikonversi menjadi sepeda motor listrik di bengkel konversi EBTKE Kementerian ESDM. Foto: afid

NaikMotor – Masa kejayaan sepeda motor kategori underbone atau bebek tergerus skuter matik sejak 2010-an. Tentunya daripada menjadi barang antik tak terawat ada baiknya sepeda motor bebek itu dilakukan konversi menjadi sepeda motor listrik.

Tak semua sepeda motor tua bakal menjadi antik dan semakin mahal. Malah biaya perawatannya semakin mahal, ketika komponennya semakin langka atau tidak bisa substitusi. Maka konversi sepeda motor listrik bisa menjadi alternatif.

Konversi kendaraan bermesin berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik berbasis baterai atau konversi KBBM menjadi KLBB selain bisa menghemat biaya pemakaian, penggunanya turut mendukung net zero emission. Menurut Senda Hurmuzan Kanam, Kepala Balai Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan dan EBTKE, Kementerian ESDM, “Paling tidak terjadi penghematan biaya BBM Rp3,02 Juta setahun. Dalam 3,3 tahun, biaya konversi Rp17 jutaan dikurangi subsidi Rp7 juta, sudah tertutupi.” (lihat tabel).

Konversi Motor Bebek

Senda yang membawahi bengkel konversi EBTKE Kementerian ESDM ini melanjutkan, “Bengkel konversi kami siap mengkonversi sepeda motor bebek yang sudah uzur. Tetapi tentu harus memenuhi beberapa syarat, seperti BPKB dan STNK sesuai dengan pemilik saat ini. Pajak kendaraan lunas. Pastinya motor juga masih laik jalan dengan perlengkapannya.”

Baca Juga: Kakorlantas: STNK Motor Konversi Sudah Disiapkan, Tinggal Tunggu….
Konversi Motor Bebek
Komponen konversi dengan TKDN di atas 40%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here