Menjajal Yamaha Lexi LX155 VVA Jelang Hari Nyepi

0

First Ride Lexi LX155

Ruang kaki lebih luas karena dek rata, berbeda dengan Maxi 155 lainnya seperti NMax dan Aerox yang “terhalang” konsol tangki. Hanya saja untuk mengangkut botol air 5 galon sepertinya harus sepasang agar seimbang sebab sisi kiri dan kanan hanya memuat setengah bagian bawah botol.

Ketika menempuh jalur tol Bali Mandara, beberapa rekan media mengaku Lexi bisa dipacu hingga 120 km/jam. Sementara di jalur menanjak Pecatu yang tengah padat, masih lincah menyeruak dan ketika berhadapan dengan kemacetan rem pada versi S masih bisa menghentikan laju tepat pada titiknya.

Pada tanjakan cukup curam di Pecatu yang lurus sekitar 100m dan sepi, Lexi digas pol dari kecepatan 30km/jam masih mampu meraih 80km/jam dalam beberapa detik saja. Boleh jadi karena kini torsi lebih besar, bahkan terhadap Maxi 155 lainnya. Sebenarnya tenaga masih bisa diraih, hanya saja kita sudah berada di pertigaan.

Tetapi di balik performanya yang besar itu, unit uji Lexi LX155 S version dengan warna merah doff itu terasa sedikit understeer. Stang terasa berat, tetapi sepertinya ada masalah pada setelan komstir yang terlalu ketat. Sebab, pada unit test lain yang digunakan rekan sejawat stang ringan-ringan saja.

Sehingga Lexi LX155 AVV ini akan lebih berperan sebagai komuter jarak pendek yang berperforma. Bonusnya, sebagai utilitas dan efisiensi mesin Blue Core yang dilengkapi Stop Start System. (Afid/nm)

Spesifikasi Yamaha Lexi LX155 VVA 2024

First Ride Lexi LX155

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here