Ia bahkan mengaku sempat menunggu kemungkinan kecelakaan sebelum benar-benar percaya pada sudut kemiringan motor rekan setimnya.
“Pertama-tama, saya menunggu dia menabrak, dan setelah itu ketika saya melihat dia berbelok, saya juga terkejut. Saya berusaha semaksimal mungkin, saya mencatatkan waktu 1 menit 30,7 detik, tapi saya tetap terkejut. Biasanya, saya berkendara lebih tenang di tikungan itu, dan di tikungan lain pun saya melakukan hal yang serupa,” ucap Toprak.
Toprak juga menyoroti bahwa dirinya belum pernah mengalami kecelakaan selama fase adaptasi ini, sesuatu yang menurutnya justru mungkin dibutuhkan untuk memahami batas ban depan.
“Saya selalu memikirkan setiap tikungan, mencoba melakukan yang terbaik, tetapi catatan waktu putaran yang bagus tidak kunjung datang dan saya selalu merasa sedih. Tapi saya tahu ini karena ketika saya pindah ke MotoGP, saya memahami dengan sangat jelas bahwa ban dan motornya akan sangat berbeda, dan saya perlu beradaptasi dengan hal ini. Tapi saya masih belum benar-benar beradaptasi, terutama dengan ban depan,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa pengereman bukanlah masalah besar, tetapi kepercayaan saat motor sedang miring masih menjadi pekerjaan rumah terbesarnya.




